Honda Recall 463.891 Unit Mobil di Indonesia, Jazz dan Mobilio Termasuk

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 27 Januari 2018 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 27 15 1851055 honda-recall-463-891-unit-mobil-di-indonesia-jazz-dan-mobilo-termasuk-2IdZ36Jbds.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

Menurut dia, recall adalah solusi terbaik, apa lagi gratis. Terkait dengan (PUD) komponen master cylinder dan master power pada sistem pengereman, ternyata kendaraannya sudah dilakukan pemeriksaan oleh Dealer Honda Sholeh Iskandar pada 3 Januari 2018 silam.

”Saya langsung bisa tahu setelah melakukan pengecekan mobil melalui situs resmi Honda, praktis kok,” ungkapnya. Ditanya apakah recall akan mengurangi loyalitas konsumen terhadap sebuah merek, Insaf dengan tegas menyatakan tidak.

”Tidak ada brand yang sempurna. Bahkan, Ferrari sekalipun pernah recall. Tesla juga baru-baru ini melakukan recall ribuan Tesla Model X karena diketahui bahwa kursinya bergeser ke depan saat terjadi kecelakaan,” beber Insaf.

Pemerhati automotif Octo VB mengatakan, proses recall da lam dunia automotif adalah hal biasa.

”Recall yang cukup besar biasanya berdasarkan input dari konsumen, dan biasanya juga hasil evaluasi dari pemantauan di lapangan akan kinerja dari semua komponen mobil setelah beberapa waktu lamanya pemakaian mobil tersebut,” ungkapnya.

Jadi, menurut Octo, ketika ada problem yang muncul maka langsung dipelajari dan dievaluasi oleh tim R&D dan pihak vendor alat tersebut, karena biasanya beberapa komponen mobil juga merupakan pasokan dari beberapa merek yang sudah bermain di industri komponen automotif.

Menurut Octo, justru dengan proses recall secara terbuka ke media dan publik, menjadi sebuah keuntungan bagi kedua belah pihak. Pasalnya, pemakai/pemilik tetap mendapatkan layanan terbaik setelah pembelian (after sales) dengan penggantian tanpa dipungut biaya apapun. Terlebih lagi pihak penjual peduli terhadap keselamatan para pemakai mobil produksinya.

Konsumen juga tidak perlu khawatir, karena komponen yang diganti pasti bentuk perbaikan dari sebelumnya, bahkan bisa menambah ketenangan dan kenyamanan sendiri saat berkendara. Proses recall bukan berarti sebuah kendaraan itu kualitasnya buruk, karena sebuah kendaraan itu merupakan gabungan dari berbagai komponen yang banyak, yang juga disuplai oleh pemasok.

”Justru recall yang dilakukan malah bisa menghilangkan rasa khawatir akan terjadinya sesuatu, karena ibarat penyakit, sumber penyakitnya itu sudah di sembuhkan,” ungkapnya. Di Indonesia, proses recall seperti ini juga dilakukan sejumlah APM lainnya.

Misalnya pada Desember 2017, Toyota Astra Motor (TAM) melakukan re call kendaraan sekitar 97.000 Toyota produksi 2001-2012 yang terindikasi kena dampak airbag (kantong udara) Takata di Indonesia. Mobil-mobil yang di-recall meliputi Alphard, NAV1, Camry, Corolla, Vios, dan Yaris.

Sama, pelaksanaan pemeriksaan dan penggantian airbag dilakukan secara gratis. Kemudian pada 2016, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengumumkan ”voluntary recall campaign ” untuk melakukan penggantian airbag di kursi pengemudi, sebagai bagian dari kampanye Nissan Global.

Di Indonesia, kampanye ini ditujukan pada model kendaraan Nissan Grand Livina/ Livina/ XGear, Latio Latio (produksi Agustus 2006-Agustus 2009) dan Navara (produksi Januari 2011-Desember 2014).

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini