Penting! Ketahui Arti Kode Ini Sebelum Kendaraan Anda Ganti Oli

Agregasi Gila Motor, Jurnalis · Senin 29 Januari 2018 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 29 15 1851514 penting-ketahui-arti-kode-ini-sebelum-kendaraan-anda-ganti-oli-LxAn1fTevz.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

JAKARTA - Di pasaran kita dihadapkan dengan banyak pilihan oli motor. Salah satu cara memilih produk yang sesuai spesifikasi adalah mencermati kode SAE produk di kemasan oli. Tak perlu bingung membacanya, karena sangat mudah untuk mengartikannya.

SAE merupakan kependekan dari nama badan Society of Automotive Engineers. SAE bisa dibilang adalah organisasi internasional yang indeks kekentalannya dipakai secara global.

Dalam pengaplikasiannya di suatu produk oli motor, nilai SAE contohnya ditulis 10W-30. Makna dari kode tersebut berarti oli memiliki sifat di suhu dingin seperti oli single grade SAE 10. Bisa juga dijabarkan bahwa angka 10W menujukkan tingkat kekentalan oli saat suhu dingin.

Sedangkan pada suhu tinggi memiliki sifat seperti oli single grade SAE 30. Bisa juga dijabarkan bahwa angka 30 menujukkan tingkat kekentalan oli saat suhu tinggi. Semakin tinggi angkanya maka semakin kental olinya pada kondisi suhu tinggi atau saat kendaraan sedang berjalan.

Intinya untuk mengetahui arti SAE oli motor adalah dengan berpatokan pada huruf W. Gampangnya, angka sebelum huruf W menandakan sifat oli motor di suhu dingin dan angka setelah huruf W menandakan sifatnya di suhu panas. Huruf W itu sendiri dalam dunia pelumas diartikan Winter atau musim dingin.

Adapun alasan oli memiliki kode SAE yang berbeda-beda adalah memberikan kekentalan yang berbeda-beda. Terutama untuk penggunaan di daerah dengan suhu ekstrem.

Pada suhu dingin ekstrem, oli yang encer bakal lebih gampang mengalir. Sedangkan oli kental bisa-bisa berubah menjadi padat. Sehingga bisa dipastikan mesin sulit dihidupkan.

Lalu pada kondisi mesin panas, oli motor encer tidak bisa memberi efek pelumasan maksimal di dalam mesin. Maka dibutuhkan oli lebih kental.

[Baca Juga: Risiko Gonta-Ganti Merek Oli untuk Mesin Mobil]

 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini