nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Badai Matahari Bakal Jadi Bencana Bagi Mobil Otonom, Ini Penjelasannya

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 12:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 19 15 1874704 badai-matahari-bakal-jadi-bencana-bagi-mobil-otonom-ini-penjelasannya-Xm1f6m7Rvl.jpg Foto: Carscoops

BANYAK pabrikan mobil menjanjikan untuk meluncurkan kendaraan otonom atau mobil tanpa sopir pada tahun 2019. Namun target ambisius ini tidak akan semudah yang direncanakan.

Dalam sebuah laporan komprehensif, Bloomberg telah mengungkapkan bahwa ahli meteorologi ruang peduli mengatakan mobil tanpa sopir di masa depan akan menghadapi badai matahari.

Badai seperti itu hanya terjadi sesekali namun menghasilkan lonjakan besar aktivitas geomagnetik dan radiasi. Untuk kendaraan tanpa sopir yang sangat bergantung pada GPS, ini bisa menyebabkan kekacauan karena koneksi antara sistem GPS dan satelit dapat terputus. Secara teori, bencana bisa menyusul di jalanan.

Menurut Scott McIntosh, Direktur Observatorium High-Altitude di National Center for Atmospheric Research, Boulder, Colorado, menggunakan GPS dalam pemrograman mobil otonom dari Point A ke Point B adalah sebuah masalah.

[Baca Juga: Wow! Inggris Mulai Uji Coba Mobil Otonom]

"Ada banyak hal yang menungganginya, dari sudut pandang aktuaria. Yang akan dipetinya adalah beberapa kecelakaan," ucapnya seperti dilansir dari Carscoops pada Senin (19/3/2018).

Untungnya, ada sistem untuk menghindari bencana akibat badai matahari. Sebenarnya, sebuah satelit saat ini duduk 1 juta mil dari Bumi dan bertindak sebagai titik peringatan saat badai matahari akan datang. Ini biasanya memberikan pemberitahuan kembali ke Bumi 30 sampai 60 menit sebelum badai menghantam planet ini.

Direktur Senior Unit Otomotif di Nvidia Corp Danny Shapiro mengatakan bahwa mobil tanpa sopir juga memiliki cukup redundansi untuk menarik dan menghentikan diri jika terjadi sesuatu seperti badai matahari.

Akhirnya, energi matahari terbakar seperti badai matahari yang sebagian besar mengikuti siklus 11 tahun. Yang terakhir terjadi pada tahun 2014, sehingga pembuat mobil otonom sepenuhnya punya cukup waktu untuk memikirkan bagaimana menghadapi masalah tersebut sampai bintang tata surya kita meledak lagi.

[Baca Juga: Mobil Otonom Ini Dirancang Semi Transparan, Kabin Murni Seperti Ruang Tamu]

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini