nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beda dengan Amerika, Jepang Rancang Mobil Tanpa Sopir untuk Lansia

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 09 April 2018 12:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 09 15 1884026 beda-dengan-amerika-jepang-rancang-mobil-tanpa-sopir-untuk-lansia-62cc0b7OZ2.jpg Foto: Carscoops

PEMBUAT mobil dan perusahaan teknologi AS terlibat dalam perang habis-habisan untuk membawa teknologi otonom atau kendaraan tanpa sopir ke jalan secepat mungkin. Namun di Jepang tidak mau terburu-buru karena dasar berfikir mereka berbeda dalam merancang mobil mandiri tersebut.

Merek Amerika mempublikasikan setiap detil kecil dari program mobil otonom mereka, sedangkan orang-orang di Jepang menyimpannya untuk sementara. Menurut Forbes, ini bukan karena teknologi Jepang tertinggal, melainkan karena perusahaan lokal mengadopsi strategi go-to-market.

Menurut salah satu pendiri perusahaan AI Preferred Networks, Daisuke Okanohara, pengujian teknologi otonom di jalan raya, seperti yang umum dilakukan di Amerika Serikat, juga sama tentang pemasaran seperti pengembangan teknologi.

“Saya pikir tidak ada perbedaan yang signifikan dalam keadaan pengembangan mobil otonom antara Jepang dan AS, tetapi masing-masing memiliki sikap yang berbeda tentang cara mewujudkan visi mereka," ujar Okanohara.

“Sebagai contoh, di Jepang kami memiliki populasi yang cepat menua. Banyak orangtua bergantung pada mobil untuk transportasi, dan kami melihat peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas yang tragis yang disebabkan oleh pengemudi lansia," tambahnya.

"Karena ini adalah bagian penting dari permintaan untuk kendaraan otonom dan sistem bantuan sopir canggih (ADAS), perusahaan Jepang secara alami menempatkan sangat penting untuk menunjukkan keamanan dan keandalan (bagi orangtua)," jelas Okanohara lagi.

[Baca Juga: Malapetaka Teknologi Mobil Tanpa Sopir, Tewaskan Pejalan Kaki & Penumpang Stres]

AS sendiri memiliki undang-undang pengujian on-road yang lebih rileks. Sebagai perbandingan, pembuat mobil AS menargetkan pemirsa yang lebih muda, terutama mereka yang peduli dengan inovasi.

Perbedaannya tidak berhenti di sini. Sementara banyak orang di AS percaya bahwa adopsi teknologi otonom secara luas akan datang melalui armada taksi tanpa pengemudi, sedangkan di Jepang memiliki prioritas lain.

"Taksi otonom mendapat banyak perhatian, tetapi mereka tidak akan praktis untuk sementara waktu ... Penggunaan komersial pertama yang akan kita lihat akan menjadi layanan bus otonom di daerah pedesaan," kata kepala eksekutif anak perusahaan Softless, Yuki Saji seperti dilansir dari Carscoops, Senin (9/4/2018).

[Baca Juga: Tidak Perlu Takut Naik Mobil 'Tanpa Sopir', Ini Alasannya]

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini