Share

Road Safety Jadi Formula Turunkan Angka Kecelakaan di Jalan Raya

Mufrod, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 17 15 1992367 road-safety-jadi-formula-turunkan-angka-kecelakaan-di-jalan-raya-HvC3oRx3sU.jpg Kecelakaan di jalan raya (foto: Okezone)

JAKARTA - Menurunkan angka kecelakaan yang setiap hari terjadi di jalan raya bukanlah hal mudah. Banyak rangkaian yang harus dilakukan, salah satunya road safety yang harus menjadi kesadaran para pengguna jalan raya.

Road safety merupakan gerakan moral atas kepekaan kepedulian dan tanggung jawab akan kemanusiaan yang harus dimiliki pengguna jalan raya. Agar mampu bertahan hidup produktif dan tidak menjadi korban sia sia di jalan raya.

"Berlalu lintas merupakan gerak pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Standar dalam pergerakan tersebut adalah ada standar ideal waktu tempuh dengan jarak tempuh. Tentu ada standar kecepatannya. Standar kecepatan minimal maupun maksimal ini yang perlu di manage," ujar Dir kamsel Korlantas Polri Brigjen Pol Chrysnanda DL.

 

Menurutnya, cara memanagenya diperlukan model yang diatur dalam road safety management yang mampu mencakup: manajemen kebutuhan, manajemen kapasitas, manajemen prioritas, manajemen kecepatan dan manajemen kontijensi. Proses memanage lalu lintas di atur dalam safer road safer, vehicle safer road users dan post crash care.

Inti dari management tersebut adalah terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. Meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan. Serta terbangunnya budaya tertib berlalu lintas dan terwujudnya pelayanan prima di bidang LLAJ.

 

Turunan dari program tersebut, juga implementasi teknis di lapangan seperti pajak, asuransi, sistem uji sim, penegakkan hukum dan sebagainya. Semua itu merupakan bagian pendukung tercapainya tujuan road safety, termasuk sistem-sistem perpanjanganya sistem uji dan berbagai kontrol lainya.

Sayangnya road safety saat ini menurut Chrysnanda, justru memiliki muatan politis, salah satunya penerapan surat ijin mengemudi (SIM) seumur hidup yang tidak sesuai. karena dengan aturan perpanjangan sim 5 tahun, pengendara yang berada di jalan, sebagai langkah pengujian keterampilan dan pengetahuan mengenai lalu lintas adalah hal yang mutlak dimiliki oleh seluruh pengendara baik mobil maupun sepeda motor.

Tatkala road safety sebagai simbol kemanusiaan simbol peradaban kemudian diayun ayun sebagai ajang issue yang membingungkan, menunjukkan betapa rapuhnya komitmen bagi terbangunnya masyarakat yang berbudaya berperadaban tinggi. Karena lalu lintas merupakam refleksi budaya bangsa.

 

"Mana kala kemanusiaan dalam berbagai proses road safety diabaikan, lagi lagi produktifitas dirontokkan karena lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan. Dan tatkala modernitas juga diabaikan maka road safety akan dianggap sexy yang menjadi ajang perebutan kewenangan dan keluasaan yang tiada ujung nya," pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini