nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perhatikan Risiko Mengemudi Sepanjang 741 Km di Tol Jakarta-Surabaya

Mufrod, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 11:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 20 15 1993804 perhatikan-risiko-mengemudi-sepanjang-741-km-di-tol-jakarta-surabaya-1AtuuPhn4n.jpg Ruas jalan tol pulau Jawa (foto: Okezone)

JAKARTA - Peresmian jalan bebas hambatan yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya sudah diresmikan. Untuk mencapai kota Pahlawan, pengemudi harus menempuh jarak sejauh 741 kilometer.

Mengemudi dengan jarak yang cukup jauh tersebut, tentu bukan perkara mudah. Mengingat kondisi jalan yang lurus dan tanpa hambatan, akan menguras konsentrasi dan tenaga. Karena dibutuhkan manajemen perjalanan yang baik untuk menghindari risiko kecelakaan karena kelelahan.

 

Menurut Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), pengemudi idealnya memiliki kekuatan tubuh dan konsentrasi dalam mengemudikan mobil tak lebih dari 10 jam.

"Idealnya pengemudi itu memiliki daya tahan tubuh untuk mengemudi tak boleh lebih dari 10 jam. Dan setiap dua jam harus melakukan istirahat," ungkap Jusri saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Bahkan menurutnya agar kondisi pengemudi tetap segar dan tidak lelah beberapa manajemen perjalanan khususnya pengaturan istirahat harus dilakukan.

 

Waktu istirahat pun berbeda-beda setiap dua jam berkendara. Hal ini dikarenakan selama lama waktu perjalanan, kondisi tubuh juga semakin menurun.

Berikut waktu istirahat yang direkomendasikan:

1. Istirahat pada dua jam pertama lakukan selama 15 menit

2. Dua jam kedua lakukan istirahat selama 30 menit

3. Dua jam berikutnya tubuh membutuhkan istirahat minimal selama satu jam.

 

Ia menambahkan, dengan waktu istirahat yang cukup, dinilai bisa membantu stamina tubuh pengemudi dalam melakukan perjalanan meski tetap menjalankan ibadah berpuasa.

"Jika pengemudi memaksakan diri mengemudi melebihi batas kemampuan tubuh, dikhawatirkan bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara yang berakibat terhadap risiko kecelakaan," pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini