Share

Mana Lebih Aman, Lakukan Perjalanan Jauh di Siang atau Malam Hari?

Mufrod, Jurnalis · Minggu 23 Desember 2018 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 23 15 1995060 mana-lebih-aman-lakukan-perjalanan-jauh-di-siang-atau-malam-hari-BpkZ93VkEo.jpg (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Memasuki musim libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru banyak masyarakat melakukan perjalanan jauh ke luar kota. Bahkan banyak yang bingung menentukan waktu perjalanan yang tepat di siang hari atau malam hari untuk mendapatkan kenyamanan.

Banyak pengemudi menilai melakukan perjalanan malam hari sangat nyaman Karena terhindar dari cuaca panas selama perjalanan. Namun perlu diketahui, melakukan perjalanan di malam hari memiliki risiko cukup besar dibanding melakukan perjalanan di siang hari.

Melakukan perjalanan mudik di malam hari memiliki risiko yang sangat besar dibanding melakukan perjalanan di siang hari. Faktor penerangan jalan dan kondisi tubuh menjadi penyebab utama risiko tersebut.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) mengungkap besarnya risiko bagi pengemudi ataupun pengendara yang melakukan perjalanan di malam hari bisa terkena risiko lebih besar dibanding mengemudi siang hari.

 

"Berdasarkan jam biologis manusia, malam hari merupakan waktu ideal bagi organ tubuh untuk beristirahat. Selain itu juga malam hari oksigen yang kita hirup berkurang sehingga berpengaruh pada stamina," ujar Justri Pulubuhu kepada Okezone.

Penyebab risiko besar lain melakukan perjalanan malam hari yakni sistem penerangan jalan yang kurang maksimal bisa menyebabkan terjadinya risiko kecelakaan.

Lebih lanjut Jusri mengatakan, ketika kita sudah beraktivitas selama 18 jam pada siang hari, maka stamina tubuh kita akan sangat berkurang. Ketika stamina berkurang saat kita berkendara maka konsentrasi dan fokus akan menurun.

"Dengan kondisi seperti itu, sama saja seperti orang yang berada di bawah pengaruh alkohol dua persen, atau sama dengan dua botol bir. Maka dari itu dengan kondisi seperti itu, sangat berisiko untuk mengendarai mobil," pungkas Jusri.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini