nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebobrokan Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Kembali Terungkap

Mufrod, Jurnalis · Sabtu 19 Januari 2019 10:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 18 15 2006512 kebobrokan-mantan-bos-nissan-carlos-ghosn-kembali-terungkap-NSJHrTY7fB.jpg Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn (Foto: Ist)

TOKYO - Belum selesain perkara penggunaan uang perusahaan, Carlos Ghosn yang kini menjadi mantan bos aliansi Nissan-Renault dan Mitsubishi, kembali dihadapkan dengan tuduhan baru.

Melansir dari Carscoops, Sabtu (19/1/2019), Ghosn diketahui telah menerima uang sebesar USD9 juta dari perusahaan patungan yang berbasis di Belanda. Celakanya, penerimaan uang tersebut tanpa sepengetahuan CEO Nissan Motor Hiroto Saikawa dan CEO Mitsubishi Osamu Masuko.

Posisi Ghosn sendiri saat ini tengah diujung tanduk, setelah ditangkap dan ditahan di Tokyo dengan tuduhan melakukan penggelapan dana dan tidak melaporkan penghasilannya membuat perusahaan Nissan mengalami kerugian besar.

 

Kondisi yang sama juga tak jauh beda dimana Pemerintah Prancis akan melakukan pemecatan dan tengah memilih calon CEO baru untuk Renault. Meski demikian Pemerintah Prancis sebagai pemegang saham terbesar tetap mengikuti keputusan Renault mempertahankan Ghosn di Renault hingga proses hukumnya telah selesai.

Reuters melaporkan bahwa pemerintah, yang memegang 15 persen saham dan dua kursi dewan di perusahaan, telah meminta Renault untuk mengumpulkan komite nominasi diikuti oleh rapat dewan pada 20 Januari, untuk memulai proses pencarian siapa yang akan menggantikan Ghosn sebagai CEO.

 

Langkah ini mengikuti yang baru dari Pengadilan Distrik Tokyo menyangkal permintaan Ghosn untuk pembebasan dengan jaminan. CEO Renault dituduh menyembunyikan kompensasi sejatinya dari pihak berwenang Jepang, gagal mengungkapkan hampir $ 80 juta pembayaran tambahan antara 2010 dan 2018. Eksekutif Nissan Greg Kelly, serta Nissan sendiri juga didakwa melakukan pelanggaran keuangan.

Thierry Bollore, yang saat ini bertindak sebagai CEO sementara di Renault, dianggap sebagai salah satu kandidat untuk posisi itu. Calon potensial lainnya termasuk Jean-Dominique Senard (CEO Michelin), Didier Leroy (Toyota exec) dan satu orang lainnya, menurut sumber dalam.

 

Pejabat Prancis mengatakan bahwa Ghosn harus tetap dalam posisinya sebagai Ketua dan CEO Renault, kecuali jika menjadi jelas bahwa ia tidak akan dapat kembali ke tugasnya lebih lama. Dengan mengatakan itu, keputusan Pengadilan Distrik Tokyo untuk tidak membebaskan Ghosn dengan jaminan adalah "perkembangan penting", menurut pemerintah Prancis.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini