nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapor Hijau Ekspor, Toyota Fortuner Terlaris di Luar Negeri

Mufrod, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 19:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 15 2012624 raport-hijau-eksport-toyota-fortuner-terlaris-di-luar-negeri-oWWqf9RG7T.jpg Eksport produk Toyota (foto: Ist)

JAKARTA – PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menutup pencapaian eksport sepanjang 2018 dengan rapor hijau. Kenaikan 4 persen dari tahun sebelumnya menjadi raihan positif bagi Toyota di pasar luar negeri.

Berdasarkan data yang dirilis TMMIN eksport tahun lalu mencapai 206.600 unit, dengan kenaikan 4 persen dibanding 2017 yang hanya mencapai total eksport kendaraan sebesar 199.600 unit.

 

“Performa ekspor CBU Toyota naik positif di tengah situasi perang dagang dan proteksi di beberapa negara. Langkah kompetitif serta sinergi dan dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia, membuat kinerja ekspor Toyota terjaga walaupun kondisi makro ekonomi dunia cenderung kurang menguntungkan,” ungkap Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT. TMMIN dalam keterangan resmi yang diterima Okezone Jumat (1/2/2019).

 

Dari total eksport yang telah dikapalkan, Toyota Fortuner menjadi model yang paling laris di pasar luar negeri, berkontributor sebanyak 52.600 atau sekitar 25% dari total ekspor CBU Toyota. Posisi kedua Avanza dengan total 35.300 (17%). Rush menjadi kontributor ketiga sebanyak 34.100 unit (17%). Keempat diduduki Agya dengan volume ekspor 31.000 (15%). Vios berada di tempat kelima dengan kontribusi sebanyak 23.100 unit (11%). Selain lima besar kontributor ini, model CBU ekspor bermerek Toyota lainnya adalah Kijang Innova, Yaris, Sienta, Town Ace/Lite Ace dengan jumlah volume 30.500 unit.

Selain kendaraan CBU, TMMIN juga berhasil mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knock-Down (CKD) sebanyak 42.700 unit, mesin tipe TR dan NR sebanyak 146.000 unit serta komponen sebanyak 107,6 juta buah.

Pada tahun 2018 yang lalu, beberapa capaian positif kinerja ekspor juga telah ditorehkan. Mengawali tahun 2018, destinasi ekspor model SUV Toyota Rush telah diekspansi yang awalnya hanya dikapalkan ke Malaysia, kini menjadi ke lebih dari 50 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, Amerika Latin.

 

Toyota sendiri tahun ini memproyeksikan kenaikan angka eksport baik versi CBU maupun CKD diatas 5 persen. dengan penambahan negara tujuan, ketepatan jadwal pengiriman dan kualitas produk.

“Kami memproyeksikan bahwa kinerja ekspor CBU bermerek Toyota naik lebih dari 5%. Studi-studi untuk mempelajari destinasi ekspor baru termasuk ke Australia masih terus kami lakukan. Di saat yang sama kami juga berupaya tetap fokus dalam hal menjaga kestabilan performa ekspor di negara baru tujuan ekspasi tahun 2018 yang lalu seperti Afrika dan Amerika Latin,” tutur Warih.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini