nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penumpang Motor Tak Kena Aturan Merokok Namun Tetap Timbulkan Kecelakaan

Mufrod, Jurnalis · Senin 01 April 2019 16:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 01 15 2037827 penumpang-motor-tak-kena-aturan-merokok-namun-tetap-timbulkan-kecelakaan-asc25dSTth.jpg Pengendara merokok (Foto: Okezone)

JAKARTA - Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang mulai diterapkan sanksinya oleh Polisi sebagai pemangku kebijakan hukum atas pelanggaran pengendara motor yang merokok, sayangnya aturan tersebut tidak berlaku untuk penumpangnya.

Namun jika dilihat dari aspek keselamatan dan kepentingan sesama pengguna jalan, penumpang yang merokok justru menyebabkan risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya. Meski bukan perihal soal konsentrasi, namun aktifita merokok di jalan raya menyebabkan gangguan bagi pengendara atau pengguna jalan lainnya.

 

Menurut Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Abu ataupun bara rokok yang masih menyala menjadi faktor utamanya, pengendara lain yang terkena abu ataupun bara rokok yang tertiup angin bisa menyebabkan reaksi yang berdampak kehilangan konsentrasi akibat abu yang masih terbakar tertiup mengenai pengendara lain. Begitu pula dengan abu yang bisa mengenai mata menyebabkan pandangan pengendara terganggu.

"Penumpang yang merokok seharusnya juga diberlakukan dengan aturan yang sama, karena bisa memiliki dampak terjadinya risiko kecelakaan bagi pengendara lain," ungkap Jusri Pulubuhu kepada Okezone, Senin (1/4/2019).

 

Aturan tersebut seharunya jadi momentum untuk lebih ketat mengatur dari aturan larangan merokok bagi pengendara motor yang sebelumnya sudah lama dibuat. Karena larangan merokok bagi penumpang sepeda motor tetap bisa menimbulkan kecelakaan.

Kepolisian sendiri mengaku sudah melakukan sosialisasi terkait aturan yang akan kembali digalakkan sejak 11 Maret 2019 lalu. Dalam aturan tersebut pengendara yang melanggar akan dijerat dengan Pasal 283 atas pelanggaran Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan tiga bulan penjara atau denda Rp750 ribu.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini