nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Kiat Jaga Kondisi Ban saat Melakukan Perjalanan Mudik

Mufrod, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 10:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 16 15 2056362 dua-kiat-jaga-kondisi-ban-saat-melakukan-perjalanan-mudik-gasVA2BTYj.jpg Pengecekan tekanan angin pada ban (foto: Ist)

JAKARTA - Bagi kebanyakan pemudik, mempersiapkan kondisi kendaraan secara prima terkadang masih terpaku pada sektor mesin saja, karena kekhawatiran mogok di jalan. Namun satu perangkat yang dinilai lebih penting yakni ban yang menggerakkan sebuah kendaraan.

Karenanya memeriksa dan menjaga kondisi ban saat akan melakukan perjalanan mudik dengan menempuh jarak ratusan kilometer dan kontur jalan yang berbeda-beda serta dominasi kemacetan, menjadi sangat penting. Salah satu yang perlu diperhatikan yakni soal tekanan angin pada ban yang sering terabaikan pemudik.

"Tekanan angin merupakan hal mutlak mendukung ban bekerja maksimal. Karenanya tekanan angin pada ban tak boleh berlebih ataupun kurang, harus sesuai dengan standar yang ditentukan pabrikan," ungkap National Sales Manager PT Hankook Tire Indonesia, Apriyanto Yuwono di Jakarta.

 

Selain tekanan angin pada roda, pengemudi juga harus memperhatikan gaya berkendara selama melakukan perjlanan mudik. Salah satu perhatian yang harus dilakukan yakni hindari jalan rusak yang dinilai bisa mengurangi durability dan mempercepat kembangan ban.

 (Baca Juga; Perhatikan Penambahan tekanan angin ban saat muatan penuh)

Namun jika pengemudi harus melewati jalan rusak, untuk menjaga kondisi ban tetap awet, maka dibutuhkan kecepatan rendah dan tidak disarankan melibas jalan rusak dengan kecepatan tinggi. "Dengan kecepatan konstan juga akan berdampak positif terhadap konsumsi bahan bakar," tambahnya

Pemudik yang telah sampai kampung halaman juga baiknya mengecek kembali tekanan angin pada ban agar kondisinya prima dan tetap terjaga.

 

"Pada kondisi biasa saja, pengecekan tetap harus dilakukan seminggu atau dua minggu sekali, karena ban dengan material karet tentu memiliki celah untuk angin keluar," ujar Apri.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini