nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Faktor X Penyebab Kecelakaan di Jalan Raya

Medikantyo, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 18:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 17 15 2067484 kenali-faktor-x-penyebab-kecelakaan-di-jalan-raya-ezoJzrSa62.jpg Kecelakaan bus Safari di Cipali (foto: Ist)

JAKARTA - Risiko berada di jalan raya memang besar, terlebih penyebab kecelakaan bisa terjadi diluar kelalaian pengemudi. Seperti kecelakaan yang terjadi di tol Cipali yang menewaskan 12 orang meninggal, akibat faktor X yang mempengaruhi pengemudi.

Kecelakaan yang mengakibatkan tabrakan antara bus Intervensi terhadap pengemudi kendaraan umum dapat menjadi faktor penyebab kecelakaan di jalan raya. Contoh terbaru terjadi dalam insiden tabrakan beruntun yang meilbatkan empat kendaraan di Tol Cikopo-Palimanan, Senin (17/6/2019). Salah satunya adalah bus PO. Safari yang sedang melaju dari Jakarta menuju Cirebon.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, menyebut pengemudi kendaraan umum seharusnya dibekali oleh standar penanganan situasi darurat. Termasuk, mengantisipasi keadaan penyerangan secara fisik oleh penumpang. Kondisi itu diduga memicu terjadinya kecelakaan fatal yang menyebabkan 12 korban tewas tersebut.

Pulubuhu, saat dihubungi pada Senin (17/6/2019), pun mengatakan para pengemudi memiliki hak untuk menangani gangguan apapun. "Karena intervensi bisa datang berupa verbal, seperti teriakan atau makian, maupun non-verbal. Supir dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan menempatkan kendaraan ke tempat aman seperti bahu jalan tol atau rest area," kata Jusri.

 

Ia juga menyayangkan minimnya perhatian pihak terkait terhadap pembekalan para supir dalam menangani penumpang. Jusri menyebut standar pelayanan dan penanganan keselamatan penumpang tidak seketat penerapan aturan di dunia penerbangan. "Padahal, korban kecelakaan lalu lintas jalan raya semakin bertambah setiap hari," ujarnya.

Masyarakat berhak merasa aman dan nyaman selama berkendara di jalan raya. Jusri menekankan hal tersebut wajib dimulai dengan komitmen dari semua pihak dari berbagai lapisan. "Perlu dibangun sebuah kebijakan yang bersifat kontinu bukan reaktif akibat insiden seperti kecelakaan kali ini," katanya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini