nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Siapkan Aturan Bagi Pengemudi Lansia

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 09:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 19 15 2068114 jepang-siapkan-aturan-bagi-pengemudi-lansia-p1z5aZ5OH4.jpg Aturan pengemudi lansia (foto: Ist)

TOKYO - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengemudi mobil lanjut usia (lansia) di Jepang menjadi keprihatinan pemerintahan setempat. Belakangan, kasus tabrakan yang berkaitan dengan pengemudi lansia tercatat meningkat. Bahkan, melalui rilis pada Selasa (18/6/2019), terdapat angka sekitar satu dari empat penduduk berusia 80 tahun ke atas berkendara dengan mobil setiap hari.

Kelalaian akibat menurunnya kemampuan pengemudi menimbulkan kasus fatal pada Mei lalu. Dua orang balita tewas setelah sebuah mobil menabrak mereka bersama sekelompok anak-anak lain di sekitar sebuah taman kanak-kanak. Di lokasi berbeda, seorang ibu bersama anaknya yang berusia tiga tahun menjadi korban akibat tertabrak mobil yang dikendarai pengemudi berusia 87 tahun.

Kedua kasus tersebut diduga berawal dari kesalahan pengemudi yang menginjak pedal gas alih-alih rem ketika memasuki zona penyeberangan orang. Untuk itu, pemerintah Jepang menyarankan sejumlah manufaktur mobil memberi alat tambahan pada mobil bagi lansia. Harapannya, hal tersebut dapat berfungsi menghentikan mobil dalam keadaan darurat ketika pengemudi salah menginjak pedal akselerasi saat bermaksud mengerem.

 

Langkah tersebut akan didukung oleh kepolisian Jepang dengan menerbitkan surat izin mengemudi bagi para lansia. Hal tersebut dapat menjadi perhatian bagi produsen ketika konsumen hendak membeli kendaraan di diler. Nantinya, para pembeli lanjut usia akan diwajibkan memasang alat darurat tersebut di mobilnya.

Pemerintah Kota Metropolitan Tokyo juga segera bertindak dengan melakukan inspeksi pada rambu-rambu keamanan penyeberangan di berbagai wilayah dekat sekolah dan taman kanak-kanak. Selain itu, mereka mendorong para lansia untuk menggunakan kendaraan umum atau bepergian dengan pengemudi yang lebih muda.

Rencana untuk segera menerapkan aturan ini telah melalui pembahasan di kabinet pemerintahan Jepang. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, bahkan menginginkan sejumlah peraturan pencegahan dapat diterapkan sesegera mungkin. “Kami tidak ingin membuang waktu untuk memastikan keselamatan anak-anak saat berangkat dan pulang dari sekolah,” ujar Abe.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini