nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Honda Belum Anggap Renault Triber sebagai Ancaman Serius

Medikantyo, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 17:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 24 15 2070275 honda-belum-anggap-renault-triber-sebagai-ancaman-serius-S3tTyhzflx.jpg Renault Triber (Foto: Financial Express)
 

JAKARTA - Kehadiran produk terbaru Renault Triber di pasar Low Multi Purposed Vehicle (LMPV) belum dianggap sebagai potensi ancaman bagi Honda di pasar Indonesia. Meski, terdapat rumor bahwa kendaran ini akan dilepas dengan kisaran harga yang menyamai produk Low Cost Green Car (LCGC). Selain persaingan dengan model kendaraan keluarga, Honda sebagai pemilik model LCGC laris Brio berpotensi mendapat rival baru.

Namun wacana tersebut tidak ditanggapi terlalu serius oleh pihak Honda. Marketing and Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy, mengaku mereka belum dapat memperkirakan kedatangan Renault Triber akan berpengaruh pada penjualan Brio. "Semua masih berupa isu. Lagipula ini bukan kali pertama model baru muncul dan menjadi pesaing bagi kami di pasaran," ujarnya.

 Renault Triber

Ia menyerahkan konsumen untuk mengambil keputusan terkait produk baru tersebut. Terlebih setelah muncul informasi lebih luas mengenai produk Renault yang diperkenalkan secara global di India, pekan lalu itu. "Pada akhirya konsumen yang menentukan pilihan. Sejauh ini pun kami masih melakukan langkah pembuktian produk seperti Brio secara terus-menerus terlepas dari isu tersebut," kata Jonfis kepada awak media.

Penjualan model Honda Brio sendiri berada dalam perkembangan positif pada tahun ini. Bahkan berdasarkan perhitungan PT HPM, angka penjualan Brio berada di kisaran 28 ribu unit pada Januari hingga Mei 2019 lalu. Jumlah tersebut berarti peningkatan sebesar 10 persen dari penjualan model itu pada periode sama tahun lalu.

 

Jonfis sendiri menilai pasar penjualan mobil secara keseluruhan tengah menurun. Tanpa kehadiran model pesaing pun, PT HPM selalu menghitung langkah untuk menggairahkan minat pasar. "Potensi pasar tentu selalu ada. Namun, untuk mendapatkan respons terbaik tentu dibutuhkan langkah yang tepat dan efisien," katanya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini