nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaikindo Tepis Kendaraan Bermotor jadi Penyebab Utama Polusi Jakarta

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 13:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 03 15 2074091 gaikindo-tepis-kendaraan-bermotor-jadi-penyebab-utama-polusi-jakarta-zagcMnVbpX.jpg Gas buang kendaraan bermotor (foto: Ist)

 

JAKARTA - Merebaknya kekhawatiran mengenai polusi udara Jakarta membuat tuduhan mengarah kepada emisi gas buang kendaraan bermotor. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Yohannes Nangoi, mengaku pihaknya selalu menerima pertanyaan terkait efek gas buang dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Yohannes menolak jika kendaraan bermotor menjadi tertuduh utama dari meningkatnya polusi udara di Indonesia. Pasalnya, pihaknya sudah secara proaktif membuka kerjasama dengan pemerintah melalui standar emisi Euro 4 pada mesin bensin. "Usaha untuk menekan polusi kendaraan bermotor sudah dilakukan sejak kami meneken perjanjian tahun lalu," ujarnya.

Komitmen produsen dalam menghadirkan produk dengan mesin yang lebih ramah lingkungan sudah terjadi. Sayangnya, tidak semua kendaraan menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan permintaan mesin tersebut. Baik karena kesulitan untuk memperolehnya atau karena masalah harga. "Sementara, perjanjian standar emisi Euro 4 untuk mesin diesel baru akan berlangsung pada 2021 nanti," kata Yohannes.

Salah satu penyebab tudingan sumber pencemaran udara datang dari kendaraan bermotor adalah kepadatan lalu lintas di sejumlah kota besar. Namun, menurut Yohannes fenomena itu terjadi karena peredaran kendaraan bermotor ada di pulau jawa. "Untuk tingkat volume mobil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia masih berada pada angka 85 mobil per 1.000 penduduk. Saat ini, angka itu kalah dari Thailand yang mencatat sekitar 200 mobil per 1.000 penduduk," katanya.

Gaikindo sendiri memiliki rencana untuk beraudiensi dengan pemerintah untuk membahas insentif mobil dengan mesin ramah lingkungan, termasuk mobil listrik, pada pekan ini. "Harapannya kami bisa bertemu dengan Menteri Perindustrian pada Kamis atau Jumat pekan ini sebelum gelaran GIIAS," ucap Yohannes.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini