nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tekan Polusi Kendaraan, Anies: Jakarta Butuh 700 Bengkel Uji Emisi

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 15:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 03 15 2074148 tekan-polusi-kendaraan-anies-jakarta-butuh-700-bengkel-uji-emisi-VpqJ3mAsvm.jpg Polusi kendaraan (foto: Ist)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membutuhkan lebih banyak bengkel dengan fasilitas uji emisi kendaraan bermotor. Hal itu berpengaruh pada kesempatan masyarakat memantau tingkat gas buang kendaraan bermotor mereka. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kepada media Kamis (3/7/2019), mengaku akan mendorong banyak pihak termasuk SPBU untuk menjadi tempat uji emisi.

Peningkatan fasilitas di bengkel maupun SPBU bisa memberi kemudahan masyarakat untuk melakukan uji emisi. "Perkiraannya saat ini terdapat 150 bengkel dengan fasilitas uji emisi, angka itu jauh dari kebutuhan Jakarta sekitar 700 bengkel. Fasilitas itu bisa juga disediakan di SPBU layaknya tempat pompa ban," kata Anies.

 

Kemudahan fasilitas uji emisi di Jakarta menjadi bagian dari langkah Pemprov memperbarui regulasi uji emisi di ibukota. Nantinya, kendaraan yang memenuhi ambang batas emisi gas buang dapat mendapat sejumlah insentif seperti tarif parkir dan perpajakan.

Anies menyebut peraturan ini sudah masuk dalam tahap pembahasan lintas satuan pelaksana bawahannya. Ada harapan bahwa regulasi terbaru ini dapat diterapkan secepatnya pada 2020 mendatang. Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya tingkat pencemaran udara Jakarta belakangan ini.

 

Berkaitan dengan peningkatan polusi udara DKI Jakarta, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) sudah menyampaikan upaya menekan angka polusi gas buang. Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi, menyebut pihaknya sudah berusaha mematuhi standar emisi Euro 4 sesuai perjanjian yang mereka buat dengan pemerintah pusat.

Yohannes sendiri mengaku tidak semua pengendara memenuhi standar emsisi tersebut. Salah satunya dengan tidak mengisi bahan bakar untuk kendaraan bermotor mereka sesuai standar baik karena biaya maupun ketersediaan. "Sering ditemukan masalah pada bahan bakar yang digunakan oleh pengendara. Kami mendorong mereka menggunakan bahan bakar yang lebih bagus," ujarnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini