nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Menghitung Jarak Aman Berkendara Agar Terhindar Tabrakan

Mufrod, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 10:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 11 87 2077422 cara-menghitung-jarak-aman-berkendara-agar-terhindar-tabrakan-Hbxsd6amdN.jpg Jaga jarak aman kendaraan (foto: Ist)

JAKARTA - Menjaga jarak aman kendaraan harus dilakukan bagi seluruh pemilik kendaraan, meski dalam kondisi terburu-buru karena banyak faktor. Untuk menghitung jarak aman mengemudi antar kendaraan, bisa menghindari terjadinya kecelakaan karena jika terjadi sesuatu di depan mobil memiliki jarak aman pengereman.

Menurut Rifat Sungkar, Direktur Utama Rifat Drive Labs, jika terjadi sesuatu yang menuntut pengereman mendadak, mobil baru benar-benar bisa berhenti paling cepat 2 detik. Rifat mencontohkan, dalam kasus pengereman mendadak, dibutuhkan waktu 0,5 sampai 1 detik mulai mata melihat kejadian lalu dilanjutkan ke otak untuk memerintahkan kaki menginjak pedal rem.

 jaga jarak aman kendaraan

Ia menjelaskan, dengan melajukan kendaraan 100 kilometer per jam, artinya setiap detik kita sudah berpindah sejauh 27,7 meter. Banyak hal yang bisa terjadi dengan jarak dan di kecepatan itu.

Kemudian dari pedal rem diinjak dan sistem di mobil bekerja menahan roda juga membutuhkan waktu 0,5 sampai 1 detik. Terakhir, pengereman juga membutuhkan waktu untuk dapat memberhentikan mobil. Maka jika dalam kecepatan 100 km/jam, hampir 60 meter kendaraan masih melaju bebas ke depan.

 

Lalu, berapa jarak aman yang dianjurkan? Dalam teori defensive driving dijelaskan bahwa jarak aman minimal 3 detik. Mengapa dengan rumus waktu? Sebab melalui rumus ini, jarak aman akan menyesuikan kecepatan kendaraan.

Bagaimana cara menghitungnya? Ketika sedang berjalan konstan, perhatikan kendaraan di depan. Cari objek statis di pinggir jalan seperti pohon atau tiang penerangan jalan sebagai patokan menghitung.

Saat mobil di depan lewat di tanda statis tersebut, mulailah menghitung, satu dan satu, dua dan dua, tiga dan tiga (3 detik). Saat menyebut tiga dan tiga, kendaraan kita harus ada di objek statis tadi, maka terciptalah jarak 3 detik, atau bila dengan kecepatan 100 km/jam kira-kira akan menghasilkan jarak 27,7 meter x 3 detik.

 

Dengan mengetahui jarak aman, setidaknya kita dapat terhindar dari potensi kecelakaan. Hal ini penting apalagi biasanya pengemudi membawa mobil tidak selalu dalam kondisi fit sehingga respons atau refleksnya berkurang.

Perilaku mengemudi tak sesuai aturan seringkali ditemui di jalan raya, hanya karena alasan mengejar waktu untuk sampai ketempat tujuan menjadi hal utama bagi mengemudikan mobil serampangan. Berdasarkan Badan Pusat Statisik (BPS) tercatat 26.000-29.000 kasus kecelakaan terjadi setiap tahunnya. Dengan menjaga jarak aman, maka pengemudi turut menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini