nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mobil Tabrak Lari di Solo, Ini Kata Pengamat Keselamatan Berkendara

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 16:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 11 87 2077639 mobil-tabrak-lari-di-solo-ini-kata-pengamat-keselamatan-berkendara-SPRH8qEMSS.jpg Kasus tabrak lari di Solo (foto: Instagram)

SOLO - Pelangaran lalu-lintas kembali menjadi penyebab insiden tragis di flyover Manahan. Solo. Dalam video yang beredar melalui media sosial, terlihat sebuah mobil tipe city car menabrak pengendara motor usai melewati marka jalan. Korban diketahui meningal dunia usai mendapat perawatan di rumah sakit.

Kejadian yang diketahui berlangsung pada Senin (8/7/2019) dini hari lalu mengundang keprihatinan dari Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Terlebih, dengan adanya pelanggaran marka pembatas lajur yang disebut sebagai solid lane.

Pemasangan marka seperti ini lumrah dilakukan pada lokasi spesifik di mana pengendara memiliki keterbatasan untuk menilai lingkungan sekitar. Contohnya adalah jelang tikungan, tanjakan, atau jelang perempatan. Termasuk, titik terjadinya tabrakan dengan kondisi jalan menikung pada sebuah flyover.

 Tabrak lari

Kondisi ini membuat pengendara tidak disarankan untuk mendahului kendaraan lain. Meski, dalam keadaan lalu-lintas sepi atau mendukung untuk mendahului. "Dugaan pelanggaran terlihat dari posisi kendaraan yang masuk menuju lajur dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan," ujar Jusri menjelaskan.

Satlantas Polresta Surakarta sudah mengonfirmasi insiden tersebut dan masih memburu pengemudi city car yang terlibat dalam insiden ini. Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat pengemudi mobil sempat menghentikan kendaraannya di dekat korban sebelum melarikan diri.

Konsekuensi besar harus ditanggung sang pengemudi jika mampu ditangkap oleh pihak kepolisian. Hal ini, menurut Jusri, jadi pembelajaran bagi masyarakat pentingnya pemahaman marka agar tidak melakukan pelanggaran hingga berakibat fatal. "Surat Izin Mengemudi (SIM) sebenarnya adalah bukti legal komitmen kita pada peraturan lalu-lintas," katanya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini