Smart Siap Kejar Ketertinggalan di Segmen Mobil Listrik

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 01 52 2086388 smart-siap-kejar-ketertinggalan-di-segmen-mobil-listrik-ZboVDlL7Jc.jpg Tampilan Purwarupa Produk Smart-Daimler (Foto: Ist)

BERLIN - Wacana pengalihan penggunaan mesin konvensional menuju motor listrik datang dari produsen mobil asa Jerman, Smart. Pabrikan yang dikenal berkat dua produk kendaraan berukuran kecilnya, ForTwo dan ForFour, tersebut juga memiliki rencana untuk mengembangkan teknologi elektrifikasi pada kendaraan mereka.

Salah satu masalah yang menjadi perhatian utama produsen yang sahamnya dimiliki oleh Daimler AG tersebut, terletak pada jarak tempuh tipe mobil listrik mereka. Setelah melalui pengujian terkini, diketahui model kendaraan listrik mereka hanya mencapai jangkauan 112 kilometer menggunakan paket baterai dengan daya 22 kWh.

 ForFour

Angka tersebut menjadikan kendaraan listrik keluaran Smart menjadi yang terpendek dari segi jarak tempuh dibandingkan model milik merk lain. Pengembangan teknologi paket baterai, termasuk penambahan kapasitas, disebut menjadi upaya Smart meningkatkan jarak tempuh mobil mereka hingga 190 kilometer. Pengguna juga diperkirakan mendapat paket baterai yang lebih mudah dan lebih cepat saat diisi ulang dibandingkan teknologi yang ada saat ini.

Seiring dengan wacana pengembangan tersebut, Smart juga dikabarkan menampilkan gubahan terbaru kendaraan listrik mereka pada ajang Frankfurt Show, September mendatang. Tampilan model terbaru nanti, seperti dilansir dari Autocar, mendapat pengembangan pada desain bumper dan lampu utama. Muncul juga perkiraan mengenai penambahan fitur pada interior kendaraan seperti saluran pengisi baterai ponsel nirkabel.

 

Versi pembaruan dari ForTwo dan ForFour mendatang akan menjadi keterlibatan Daimler terakhir dalam pengembangan teknis kendaraan. Setelahnya, kebijakan terkait sistem penggerak utama dan sumber tenaga mobil menjadi tanggung jawab Geely. Perusahaan asal Tiongkok itu resmi memiliki saham sebesar 50 persen, kemudian mengalihkan tugas Daimler sebagian besar untuk mengurus penampilan dan rancangan utama pada bentuk produk.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini