nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Memaksimalkan Rem Depan Sepeda Motor Dalam Kondisi Darurat

Mufrod, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 07:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 01 53 2086157 cara-memaksimalkan-rem-depan-sepeda-motor-dalam-kondisi-darurat-xzlS22wl7a.jpg Program AH-SRIC (foto: Ist)

MEDAN - Meningkatkan kesadaran berlalu lintas serta, meningkatkan keamanan berkendara menjadi salah satu kampanye yang selalu dilakukan produsen Honda. Salah satu metode yang diterapkan yakni teknik pengereman yang benar bagi pengendara sepeda motor.

Dalam kondisi darurat sistem pengereman yang baik menurut Johannes lucky selaku safety riding Departement head AHM, pengendara harus memastikan posisi setang tetap lurus dan jangan pernah belok sedikitpun. Hal tersebut bisa menyebabkan motor akan glosor karena traksi ban tidak maksimal saat melakukan pengereman.

 

"Dalam keadaan darurat yang membutuhkan pengereman kuat, maka pengendara harus memposisikan setang kemudi tetap lurus dan tidak boleh berbelok, karena sepeda motor pasti akan jatuh," katanya.

 

Sistem pengereman sepeda motor yang paling maksimal terdapat pada bagian depan, sehingga untuk menghentikan laju sepeda motor ketika terjadi sesuatu hal di depan sistem penghenti laju yang paling ideal yakni menggunakan rem depan.

Meski Lucky mengakui banyak orang berpendapat, dalam keadaan darurat menggunakan rem depan justru akan membuat motor jatuh, hal tersebut karena posisi setang sepeda motor tidak lurus sehingga pengendara tidak dapat mengontrol sepeda motor khususnya pada traksi ban yang tidak maksimal karena posisi setang tidak lurus.

 

Dengan teknik seperti itu, Lucky menjamin sepeda motor tidak akan jatuh dalam melakukan pengereman mendadak. Salah satu metode ini juga diterapkan dalam program Astra Hpnda Safety Riding Instructor Competion, para peserta tak hanya dituntut untuk bisa mengendarai sepeda motor secara baik dan benar. Beberapa tahapan latihan menjadi pembangunan karakter berkendara di jalan raya, seperti latihan speed balance skill, pengereman, pengendalian kestabilan, pengoperasian sepeda motor dan posisi berkendara melalui uji braking.

 

Selain Low Speed balance Skill, para peserta juga di uji keterampilannya dalam berkendara melalui sesi praktik yang mencakup teknik pengereman, pengendalian kestabilan, pengoperasian sepeda motor dan posisi berkendara melalui uji pengereman, slalom course dan low speed balance skill.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini