nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Seharusnya Pengemudi saat Lampu Merah Mati Akibat Pemadaman Listrik

Medikantyo, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 05 87 2087860 begini-seharusnya-pengemudi-saat-lampu-merah-mati-akibat-pemadaman-listrik-TKXGaNe5VY.JPG Ilustrasi Lampu Lalu Lintas Padam (Foto: Okezone)

JAKARTA - Padamnya aliran listrik di wilayah Jakarta dan beberapa daerah lain turut berpengaruh pada matinya alat pengatur lalu lintas. Hal tersebut berujung pada kekacauan yang terjadi di sejumlah titik ruas jalan di wilayah ibukota dan sekitarnya.

Kesemrawutan situasi lalu lintas akibat tidak beroperasinya alat pemberi sinyal utama di beberapa titik persimpangan, tidak mengherankan bagi pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Ia menyebut satu penyebab utama yang dapat mengurangi kekacauan lalu lintas yang belakangan terjadi.

 persimpangan

Terlepas dari harapan bantuan pada petugas yang berwenang, Jusri menyebut pengendara wajib memiliki empati untuk berbagi dengan pengguna jalan lain. "Hal tersebut terbilang penting di luar mematuhi rambu lalu lintas sebagai acuan utama. Hinnga tercipta kenyamanan dan keamanan berkendara di jalanan," ujarnya.

Prinsip yang bisa diperhatikan oleh pengendara dalam mewujudkan etika berkendara terseut adalah memberi prioritas untuk pengguna jalan lain. Terlebih, dalam sebuah persimpangan dimana lampu lalu lintasnya padam akibat gangguan arus listrik. "Setidaknya harus ada kesadaran salah satu jalur arus memberikan jalan kepada kendaraan dari arah lain untuk melaju secara bergiliran," kata Jusri.

Ia menyebut baik pengendara motor atau mobil prinsipnya harus mengutamakan kendaraan dari sebelah kanan arah datangnya pengemudi tersebut. Begitu juga dengan kendaraan yang sudah termasuk dalam golongan prioritas yakni Ambulans, Pemadam Kebakaran, dan Kepolisian. "Atau angkutan umum yang punya jalur khusus seperti Transjakarta," katanya lagi.

 

Hal tersebut patut dicatat dan diterapkan sebagai kebiasaan positif bagi pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia. Karena, jika memaksakan untuk memenuhi seluruh lajur atau badan jalan untuk menerobos persimpangan, akan berakibat pada terhambatnya arus secara keseluruhan dalam waktu panjang. "Kebiasaan buruk akan memunculkan konsekuensi negatif juga yakni kemacetan dalam keseharian berkendara," ujar Jusri menambahkan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini