nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mobil Listrik Anak Bangsa Incar Podium di Jepang

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 17:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 52 2092356 mobil-listrik-anak-bangsa-incar-podium-di-jepang-kdeL16gnb6.jpeg Tampilan Mobil Formula Listrik Tim Anargya ITS (Foto: Humas ITS)

SURABAYA - Tim Anargya dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menunjukkan kesiapannya, mengikuti ajang Student Formula Japan (SFJ) 2019. Hal itu terlihat dengan peluncuran mobil listrik formula Anargya EV Mark 1.0.

Pengenalan mobil formula listrik pertama yang dibuat tim Anargya ITS tersebut berlangsung pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Rektor ITS ,Prof Dr. Ir Mochamad Ashari MEng , menyampaikan target tim Anargya dalam gelaran SFJ 2019 pada 27-31 Agustus mendatang.

Tim di bawah arahan Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) itu memiliki konsentrasi khusus dalam bidang mobil formula listrik. "Semoga partisipasi tahun ini, tim Anargya dapat meraih posisi tertinggi dalam podium," ujar Ashari dalam sambutannya.

 Anargya ITS

Salah satu pemina tim Anargya, Alief Wikarta ST Msc Eng Ph.D menyebut mobil listrik formula Anargya EV Mark 1.0 terwujud berkat andil mahasiswa dari lintas departemen. Kemampuan mereka membangun kendaraan listrik balap tersebut, menjadi kontribusi nyata Mahasiswa ITS kepada perkembangan otomotif di Indonesia secara luas.

Tim mahasiswa ITS tersebut membangun Anargya EV Mark 10 mulai dari proses perencaanaan, manufaktur, hingga perakitan komponen menjadi sebuah kendaraan utuh. Hal tersebut menjadi batu loncatan bagi mereka untuk memasuki ranah berikut teknologi kendaraan.

Salah satunya adalah kemungkinan ITS membangun kendaraan tanpa awak. "Jika keterlibatan kami dalam ajang SFJ tahun ini sukses, tim Anargya akan berkesempatan bersiap menuju gelaran kendaraan automous yang berlangsung di Jerman, akhir tahun ini," kata Alief di Surabaya.

 Anargya ITS

Pria berkacamata ini menekankan seluruh komponen baik perangkat keras hingga piranti lunak bagi mobil ini sepenuhnya dihasilkan dari penelitian arahan PUI-SKO ITS. Hal tersebut berpotensi melambungkan nama ITS di kancah pengembangan kendaraan listrik. "Hal ini juga terwujud dengan dukungan finansial dari rekanan terkait," ujar Alief.

Tim Anargya memilih untuk menggunakan bahan serat karbon dalam pembangunan konstruksi badan mobil formula listrik mereka.Bahan baku tersebut utamanya dipakai mengisi struktur antara sisi eksterior dan kerangka utama mobil.

Sumber tenaga mobil berasal dari paket baterai berdaya 304 V dengang kekuatan mencapai 72 kW. Dengan sumber tenaga tersebut, motor penggerak Anargya EV Mark 1.0 disebut dapat menempuh 75 meter dalam lima detik. Serta, memiliki kecepatan maksimal hingga 100 km/jam.

 Anargya ITS

Kendaraan listrik formula EV Mark 1.0 ini sukses dibangun oleh tim Anargya dalam kurun waktu setahun. Kendala terbesar bagi manajer tim, Joel Darren Permana, adalah keharusan pembuatan komponen secara mandiri dalam waktu terbatas dari para mahasiswa. "Semoga hasilnya dapat membanggakan almamater dan bangsa," ujar Joel.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini