nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Arti Sesungguhnya dari Logo BMW

Aidha Widyastuti, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 19 52 2093991 begini-arti-sesungguhnya-dari-logo-bmw-cqsuBDBtjw.JPG Sejarah Logo BMW (Foto: Ist)

BERLIN - BMW telah diakui dan menjadi mobil terbaik yang pernah ada di dunia. Sejak lebih dari 100 tahun lalu, surat-surat BMW akhirnya muncul kepermukaan dan diketahui oleh khalayak luas. BMW memiliki sejarah yang cukup panjang yang berakar dari Rapp Motorenwerke, produsen mesin pesawat terbang yang berdiri pada tahun 1913 oleh Karl Rapp. Terlihat dari akar BMW di pesawat berarti bahwa logo tersebut mencerminkan semacam desain penerbangan? Tidak juga.

BMW merupakan kepanjangan dari Bayerische Motoren Werke atau Bavarian Motor Work. Pada tahun 1917, nama BMW muncul dari sebuah pergantian nama pabrik mesin pesawat terbang yang dulunya bernama Rapp Motorrenwerke. Pada saat itu, permintaan tinggi untuk pesawat terbang mereka sukses untuk aplikasi pesawat militer dalam menempatkan peta, dan memungkinkan untuk memperluas usaha mereka dengan cepat terlihat dari kemampuan industri yang mereka miliki.

logo

Hal menarik di sini, tidak ada logo resmi untuk BMW. Tetapi, teknologi untuk membuat mesin aplikasi lain seperti mobil, kapal, dan sepeda motor telah tersedia. "Logo dan makna simbol tidak benar-benar menjadi pusat perhatian di masa-masa awal. Dalam beberapa tahun pertama itu, BMW tidak hadir dalam kesadaran publik," ujar Fred Jakobs, Direktur Arsip BMW Group Classic.

Pada akhir 1917, BMW menerima logo pertama dan memiliki kesamaan dengan lambang Rapp; cicin luar simbol yang dibatasi oleh dua garis emas dan bertuliskan BMW. Inilah kickernya: negara bagian asal perusahaan Bavaria diwakili pada logo oleh perempat lingkaran dalam.Warna negara bagian Bavaria, yang putih dan biru, ditempatkan dalam urutan terbalik dan membaca serah jarum jam dari atas ke kiri. Makna dari urutan warna yang terbalik itu adalah bahwa undang-undang merek dagang lokal pada waktu itu melarang penggunaan lambang negara atau simbol kedaulatan lain pada logo komersial.

Lalu bagaimana mitos baling-baling bisa terjadi? Beberapa iklan menggambarkan surat-surat BMW tentang baling-baling pesawat terbang, dan iklan tersebut dimaksudkan tidak hanya untuk mempromosikan mesin mereka, tetapi juga menggarisbawahi akar dan keahlian mereka dalam pembuatan pesawat terbang.

logo

Masalah pihak yang bersangkutan tidak ada yang merasa salah sehingga mereka tidak perlu repot mengatakan apapun ke khalayak umum. "Untuk waktu yang lama, BMW berusaha keras untuk memperbaiki mitos bahwa lencana BMW adalah baling-baling," jelas Fred Jakobs. Kesalahpahaman yang terjadi selama ini, telah menjadi sebuah pengetahuan umum yang salah tempat dan berakhir dengan pemaknaan yang kurang tepat.

(muf)

Berita Terkait

BMW

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini