nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

11 Kendaraan Listrik Ini Tak Lolos Uji Tipe

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 21:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 52 2095917 11-kendaraan-listrik-ini-tak-lolos-uji-tipe-FfJORVlcBR.jpg Ilustrasi Kendaraan Bus Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketentuan pemerintah terkait percepatan kendaraan terelektrifikasi di Indonesia menjadi sebuah tonggak baru bagi dunia otomotif. Langkah itu juga terkait dengan usaha pengurangan polusi udara serta pengurangan konsumsi bahan bakar di waktu mendatang.

Kebijakan tersebut memberi lampu hijau kepada produsen untuk berlomba menghadirkan varian kendaraan terelektrifikasi. Namun, produk yang dimaksud harus menjalani pengetesan kelayakan sebelum beredar ke kalangan umum.

 Mobil Listrik

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebagai pelaksana regulasi tersebut rupanya sudah melakukan 36 pengujian tipe kendaraan bermotor listrik dari 2010 hingga Agustus 2019. Hal itu terungkap dalam diskusi Kendaraan Listrik seagai solusi polusi udara dan pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat (23/8/2019).

Melalui pengujian tipe tersebut, sebanyak 25 kendaraan memperoleh sertifikat lulus uji tipe dari Dirjen Perhubungan Darat. Sementara jenis kendaraan yang tidak lolos (11 tipe) terdiri dari tiga buah kendaraan bis, lima buah kendaraan penumpang, dua tipe sepeda motor, dan satu kendaraan barang roda 3.

Syarat pengetesan tersebut tertuang dalam ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan PM 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor. Pengetesan ini juga mengacu dengan adanya ketentuan Spesifikasi Teknis alat uji kendaraan listrik sesuai PP 55 Tahun 2012.

Total terdapat 13 poin pengecekan yang menentukan sebuah kendaraan listrik diperbolehkan untuk beredar secara luas. Terdapat empat poin tambahan yang membedakan prasyarat laik jalan untuk mobil listrik dari Kementrian Perhubungan dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.

 Bus Listrik

Biaya pengetesan tipe kendaraan listrik ini disebut Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, lebih murah dari pengujian kendaraan bermesin konvensional. "Biayanya turun sekitar 50 persen dari Rp75 juta untuk kendaraan biasa menjadi Rp45 juta bagi golongan kendaraan listrik," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini