nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar dari Kecelakaan Cipularang, Begini Penghitungan Jarak Aman Berkendara

Medikantyo, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 12:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 03 87 2100008 belajar-dari-kecelakaan-cipularang-begini-penghitungan-jarak-aman-berkendara-hktWaimdmD.jpg Ilustrasi mengemudi di jalan tol (foto: Ist)
 

SURABAYA - Jatuhnya korban jiwa dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Senin (2/9/2019) kemarin, memang bisa dihindari. Terutama, jika pengemudi memiliki kewaspadaan dalam membaca situasi jalan serta menjaga jarak aman dengan mobil lain di depannya.

Hal tersebut merujuk pada respons alami pengendara untuk mulai menginjak rem setelah mempelajari situasi di depannya. Penghitungan jarak aman secara sederhana disampaikan oleh Driving Instructor BMW Driving Experience, Gerry Nasution. "Jarak aman per detik ini bisa diambil dari kecepatan berkendara dibagi tiga. Misalnya, saat melaju 100 km/jam maka jarak aman pengereman sekitar 33 m/s," ungkapnya.

 Kecelakaan jalan raya

Jika pengendara merasa bingung dengan penghitungan tersebut, maka Gerry menyarankan untuk menimbang kemampuan serta perkiraan pribadi pengemudi. "Biasanya berdasarkan feeling dibutuhkan empat detik untuk mengerem maksimal dan aman. Jarak serta waktu pengereman tersebut meningkat saat berkendara di malam hari," ujarnya.

 Kecelakaan jalan raya

Situasi pengereman mendadak sendiri menimbulkan dilema bagi banyak pengendara untuk dapat menghindarinya."Respons pengemudi jika dalam jarak memungkinkan akan membanting setir ke kiri. Terlebih dengan visibilitas pada pantat kendaraan yang ada di depannya," ujar Gerry menambahkan.

Mengerem secara keras atau dalam juga bukan merupakan respons yang keliru. Apalagi, jika keadaan kendaraan di depan yang melakukan pengereman mendadak tak bisa lagi dihindari. "Hal utama yang bisa kita antisipasi adalah mengurangi dampak benturan," kata Gerry.

Pada Senin 2 September 2019 siang kabar duka menyeruak dari Jalan Tol Cipularang. Sedikitnya delapan orang meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan dari arah Bandung ke Jakarta itu.

 Kecelakaan jalan raya

Lokasi kejadian tepatnya berada di Kilometer 91+400 yang secara teritorial masuk wilayah Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Pihak kepolisian telah mengidentifikasi terkait data korban dan kendaraan-kendaraan yang terlibat insiden tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini