nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Mobil Mahal Seharga Rp795 Juta Bernasib Terparkir di Landasan Pesawat

Ilham Satria Fikriansyah, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 13:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 05 52 2100966 ratusan-mobil-mahal-seharga-rp795-juta-bernasib-terparkir-di-landasan-pesawat-V7GPyHBIZt.jpg Ratusan Mercedes Benz terparkir di landasan Bandara (foto: Ist)

JERMAN - Produsen kendaraan asal Jerman, Daimler AG, terpaksa untuk menyimpan ribuan kendaraan dari merek Mercedes-Benz yang belum terkirim. Hal ini disebabkan karena adanya masalah dengan pihak pemasok kendaraan sehingga menyebabkan keterlambatan.

Ribuan kendaraan tersebut terparkir di landasan pacu bandara Ahlhorn, Bremen. Bandara tersebut merupakan bekas militer yang berlokasi di Jerman Utara.

 Ratusan mobil Mercedes Benz

Model mobil tersebut yakni datang dari seri GLE yang terdiri dari 15 unit mobil terparkir dalam setiap blok. Mobil tersebut dibuat di Amerika Serikat dan dikirim untuk para pelanggan di Eropa dengan harga jual mulai dari USD 56 ribu atau sekitar Rp795 juta.

Seorang juru bicara dari pihak Daimler AG yang melansir dari situs autonews.com mengatakan, ia memberikan konfirmasi bahwa mobil yang tersimpan di bandara Ahlhorn terkait dengan adanya masalah pada produksi seri GLE.

 Ratusan mobil Mercedes Benz

Namun sayangnya, ia tidak mau menyebutkan berapa jumlah total unit kendaraan yang terparkir di bandara tersebut.

Pihak Daimler AG mengatakan telah mengeluarkan empat peringatan terkait laba yang didapatkan dalam waktu kurang dari setahun. Pada saat itu CEO Ola Kallenius menyoroti adanya masalah dengan mobil SUV pada pendapatan triwulanan.

 Ratusan mobil Mercedes Benz

Akibatnya muncul sebuah masalah yang terjadi oleh pihak pemasok kendaraan di Amerika Serikat, sehingga menyebabkan keterlambatan pada produksi mobil.

Ini bukan kejadian yang pertama kalinya dialami produsen mobil Jerman. Sebelumnya produsen otomotif Volkswagen harus menyewakan ribuan tempat di bandara Bradenburg, Berlin karena beberapa mobilnya belum mendapatkan persetujuan tentang peraturan emisi yang baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini