nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Esemka Disebut Duplikasi Mobil China, Ini Tanggapan Menperin

Mufrod, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 14:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 11 52 2103440 esemka-disebut-duplikasi-mobil-china-ini-tanggapan-menperin-cMXyTPFyNI.jpg Mobil Esemka Bima (foto: Bram/Okezone)

JAKARTA - Sehari setelah peresmian pabrik Esemka di Boyolali, PT Solo Manufacture Kreasi (SMK) juga meluncurkan model perdananya pikap bernama Bima. Sayangnya model perdana tersebut ramai dibicarakan memiliki kemiripan dengan mobil produk Changan asal China.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hatarto mengungkap bahwa, saat ini industri otomotif global sudah multiplatform. Dimana beberapa produsen saling bekerjasama kolaborasi menghasilkan produk unggulannya.

 Mobil Esemka

"Ya, kalau industri otomotif hari ini sudah multiplatform. Sebagai contoh Toyota dan Daihatsu sudah multiplatform, kemudian juga Nissan dan Mitsubishi sudah multiplatform, kita bicara di luar negeri SsangYong telah bekerjasama dengan Mercedes, platformnya satu, di Italia sama Spanyol ada Seat dengan Fiat platformnya satu," ungkap Airlangga di Jakarta.

 Esemka

Setiap industri otomotif bisa melakukan kerjasama, sebagai langkah mengurangi beban pengembangan dan riset terhadap produk terbarunya. Dengan penggunaan satu platform setiap produsen bisa menghemat biaya cukup besar, dan pengembangan dilakukan bersama.

Bagi Airlangga, dalam industri otomotif menggunakan multiplatform merupakan hal biasa dan bukan hal yang aneh saat ini. "Bahkan yang kemarin Vinfest, produsen otomotif Vietnam menggunakan platform milik BMW," katanya.

 Esemka

Esemka sendiri bisa menjadi kebanggaan karena dalam penggunaan multiplatform, yang terpenting yakni penggunaan lokal konten. Dimana beberapa komponen berasal dari dalam negeri dan disuplai oleh industri komponen lokal Indonesia.

"Yang paling penting adalah local contentnya, itu kan diproduksi di Indonesia, dan kita membiacarakan industri, industri di sini konteksnya merek lokal, investor lokal untuk menjadi bahian dari 18 industri otomotif yang ada di Indonesia," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini