nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Polisi Nemplok di Mobil, Munculkan Keprihatinan dari Perspektif Keselamatan di Jalan Raya

Medikantyo, Jurnalis · Senin 16 September 2019 20:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 16 52 2105634 aksi-polisi-nemplok-di-mobil-munculkan-keprihatinan-dari-perspektif-keselamatan-di-jalan-raya-XkckSGPyP0.jpeg Bripka Eka Setiawan terpaksa berpegangan pada kaca depan kendaraan yang menolak diberhentikan (Foto: Okezone.com/pool/Istimewa)

JAKARTA - Langkah petugas kepolisian dalam menindak pelanggaran lalu-lintas terkadang mendapat perlawanan. Contoh kasus semacam ini terjadi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (16/9/2019) siang tadi. Seorang petugas harus berpegangan pada kaca depan sebuah mobil yang menolak diberhentikan karena diduga melanggar peraturan.

Aksi akrobatik seperti ini bukan kali pertama terjadi dalam riwayat penindakan pelanggaran lalu-lintas. Kejadin ini mengundang rasa keprihatinan Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu, terkait pengaruhnya dalam bidang keselamatan berkendara.

 Polisi Nemplok Viral

Jusri memahami kewajiban petugas untuk melakukan penindakan ataupun memberi arahan dalam menjaga situasi lalu-lintas. Namun, aksi akrobatik yang terjadi dalam jarak berkendara cukup jauh itu tidak dapat dikatakan sebagai keputusan bijak. "Tindakan tersebut memperbesar risiko atas keselamatan dirinya sendiri," kata Jusri.

Kerjasama pengendara kendaraan pun diperlukan dengan memberhentikan laju mobil atau motornya baik melanggar peraturan maupun tidak. "Menghalangi petugas penegak hukum konsekuensinya mungkin lebih besar dibandingkan pelanggaran lalu lintas itu sendiri," kata Jusri menambahkan.

Kepanikan sekaligus tekanan emosi selama berkendara di jalan raya menjadi faktor seorang pengemudi mengambil keputusan sembrono saat menghadapi polisi. Sayangnya, terkadang pengendara dan pengguna jalan lain harus menanggung akibat dari gegabahnya sikap pengemudi tersebut.

Jusri setuju dengan adanya sanksi berupa pencabutan surat izin mengemudi (SIM) bagi pengendara dengan sikap membahayakan petugas ini. Walaupun, keputusan tersebut tidak terasa efektif atau memberi rasa jera kepada pelaku pelanggaran lalu lintas, karena sifat hukuman yang tidak berat.

 Polisi Nemplok Viral

Aparat kepolisian disarankan melakukan tinjauan rutin dalam pengaturan dan penindakan aturan lalu lintas, demi keselamatan para penegak hukum serta pengendara pada umumnya. "Pendekatan preventif harus diutamakan karena tidak ada yang dapat memperkirakan sikap atau tindakan nekat pengendara seperti peristiwa tadi siang," ujar Jusri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini