nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langkah Keluarkan Mobil dari Lumpur dengan Batang Kayu, Begini Pendapat Teknisi

Medikantyo, Jurnalis · Senin 16 September 2019 16:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 16 87 2105484 langkah-keluarkan-mobil-dari-lumpur-dengan-batang-kayu-begini-pendapat-teknisi-3Bv71RaBQW.jpeg Kendaraan terjebak di kubangan lumpur merupakan situasi sulit bagi pengendara (Foto: Okezone.com/Istimewa)

JAKARTA - Posisi kendaraan yang terjebak dalam kondisi jalanan berlumpir menjadi kekhawatiran bagi pengemudi. Terperosoknya ban kendaraan pada permukaan yang terbilang licin membuat mobil kehilangan traksi dan sulit bergerak.

Sebuah tayangan video yang menyebar melalui media sosial pengirim pesan, menunjukkan salah satu langkah membebaskan kendaraan dari situasi tersebut. Pembuat tayangan tersebut merekam pemakaian sebatang kayu berukuran cukup besar sebagai landasan ban mobil untuk keluar dari kubangan.

 Mobil di Kubangan Lumpur

Tipe mobil yang terlihat tidak memiliki tapak ban untuk tipe jalanan offroad itu, berhasil keluar dari situasi sulit dengan bantuan pijakan dari balok kayu tadi. Sayangnya langkah ini memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Salah satunya melihat pemasangan balok kayu secara sederhana pada bagian velg kendaraan tersebut. "Sebenarnya keberadaan balok kayu dapat berpotensi memberi kerusakan pada bagian kaki-kaki termasuk velg itu sendiri," ujar Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi.

 Mobil di Kubangan Lumpur

Menurut pengamatan teknisi senior tersebut, aspek keselamatan pengendara maupun komponen kendaraan patut diperhatikan. Terlepas dari situasi kendaraan sulit untuk lepas dari medan berlumpur. "Pengemudi bisa menggunakan torsi rendah pada gigi 2 misalnya, untuk mengangkat ban dari posisi terbenam pada kubangan lumpur tersebut," kata Didi menjelaskan.

 Ban terjebak di lumpur

Berdasarkan pandangan segi keselamatan tersebut, risiko pemakaian alat bantu dapat dipertimbangkan dalam membebaskan mobil dari kondisi sulit. Jika tidak, tentunya pengendara memiliki pekerjaan lebih berat untuk melakukan reprasi pada komponen yang mengalami kerusakan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini