nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Helm Ini Dilengkapi AC, Bikin Bikers Adem Sepanjang Jalan

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 09:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 53 2106213 helm-ini-dilengkapi-ac-bikin-bikers-adem-sepanjang-jalan-V9gjUQdYL7.jpg Rangkaian komponen helm berpendingin udara bikinan bikers India (Foto: Okezone.com/Istimewa)

NEW DELHI - Aspek keselamatan yang ditawarkan oleh helm full-face memiliki konsekuensi kenyamanan bagi penggunanya. Sejumlah produsen perlengkapan vital bagi pengendara itu, memasang teknologi ventilasi udara sebagai solusi memberi kenyamanan serta menurunkan suhu dalam helm.

Sistem pendingin eksternal pada helm juga tersedia di pasaran dengan melibatkan air dalam teknologi buatan mereka. Solusi anyar ditawarkan oleh modifikator asal Bengaluru, India yang merakit peralatan pendingin udara untuk helm bertipe full face.

 Helm AC

Prinsip kerja dari teknologi pendigin pelindung kepala ini tidak berbeda jauh seperti pendingin udara pada umumnya. Nantinya, sumber tenaga pengoperasian helm ini memakai tenaga listrik dari rangkaian aki motor penggunanya.

Teknologi dengan tajuk Vatanukul ini dikembangkan selama empat tahun hingga mencapai tahap operasional saat ini. Terdapat dua bagian terpisah dalam pengoperasian sistem pendingin helm ini, termasuk komponen utama yang dimasukkan pada tas punggung.

Pemakaian tas punggung tersebut dimaksudkan sebagai penanggung utama beban sistem pendingin seberat 1,8 kg tersebut. Sisanya, bagian yang terpasang dalam helm, adalah saluran pengalir udara serta ruang ventilasi dengan bobot hanya 125 gram.

Perancang teknologi ini mengklaim sistem buatannya mampu mengatur penurunan suhu udara hingga 10-12 derajat celcius. Pemotor dapat menurunkan atau meningkatkan suhu dalam helm melalui perangkat kontrol, walau pengguna tidak bisa menetapkan temperatur tetap dari alat tersebut.

 Helm AC

Sistem pendingin ini memang kalah efisien dengan produk sejenis di sejumlah pasar komponen aftermarket benua Eropa maupun Amerika. Namun, bukan tidak mungkin nantinya teknologi ini akan tersedia dalam bentuk lebih canggih serta lebih murah di masa mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini