nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Kabut Asap Pada Kinerja Komponen AC Mobil

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 13:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 19 87 2106784 dampak-kabut-asap-pada-kinerja-komponen-ac-mobil-tBSZ9GYpD1.jpg Kondisi pencemaran udara berupa kabut asap kebakaran mempengaruhi kinerja AC mobil (Foto: Okezone.com/Istimewa)

JAKARTA - Menurunnya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, memiliki pengaruh pada kenyamanan berkendara. Terlebih, dengan beban kerja komponen filter udara pada kabin mobil yang terhubung pada sistem pendingin ruangan kendaraan.

Pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan tersaring ke dalam kabin mobil sehingga dapat mempercepat penumpukan kotoran pada komponen filter kendaraan tersebut. "Sebaiknya pemeriksaan dilakukan pada bagian filter tersebut. Apabila sudah terlihat kotor dapat langsung diganti," ujar Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi.

 Kabut Asap

Penggantian komponen filter udara kabin ini lumrahnya baru dilakukan jika kendaraan sudah menempuh jarak tempuh sekitar 30.000 Km. "Kondisi udara menjadi pengaruh besar pada usia pemakaian komponen ini. Angka 30.000 Km itu patokan penggunaan pada kondisi normal," ujar Didi.

Tanda melemahnya fungsi komponen filter udara pada kabin kendaraan roda empat tersebut, bisa dipantau dari kinerja pendingin ruangan. Terlebih, jika kecenderungan udara yang keluar dari blower lemah. "Itu tandanya kotoran sudah menghambat embusan udara yang masuk ke kabin," kata Didi menambahkan.

Perangkat serupa yang terbilang cukup rawan memiliki dampak terkait munculnya kabut asap pekat hasil kebakaran hutan dan lahan ini, adalah saringan udara pada rangkaian mesin. Menumpuknya kotoran serta debu hasil kinerja filternya dapat berpengaruh pada injeksi di pengapian mesin.

Langkah penting dalam pengecekan kondisi sekaligus perawatan komponen tersebut adalah melakukan pembersihan berkala. Bahkan, tidak menutup kemungkinan suku cadang tersebut harus diganti jika sudah tidak mampu lagi menangani kondisi udara tercemar asap tersebut.

 Kabut Asap

Didi menyebut pergantian dalam situasi normal biasa dilakukan pada jarak tempuh setiap 20.000 Km. "Hasil dari menyaring udara dengan kabut asap bisa membuatnya kotor dan membutuhkan penggantian di bawah angka tersebut," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini