nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Kesiapan Nyata Suzuki Menghadapi Tren Elektrifikasi Kendaraan

Medikantyo, Jurnalis · Senin 30 September 2019 19:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 30 52 2111191 begini-kesiapan-nyata-suzuki-menghadapi-tren-elektrifikasi-kendaraan-sphZo0nwyi.jpg Suzuki Ertiga hybrid (foto: Okezone)

JAKARTA - Munculnya kebijakan percepatan elektrifikasi kendaraan melalui Perpres Nomor 55 Tahun 2019 ditanggapi serius oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Sikap nyata mereka terwujud dengan penempatan teknologi hybrid pada model Multi Purpose Vehicle (MPV) populer keluaran mereka yakni Suzuki Ertiga.

Pemilihan kendaraan model MPV sebagai pembawa teknologi hybrid dari Suzuki berawal dari proporsi penjualan mobil di Tanah Air. Segmen model MPV dan kendaraan berbiaya rendah irit bahan bakar (LCGC) menguasai pangsa pasar dengan porsi sebesar 70 persen, dari keseluruhan lini produk industri otomotif nasional.

 Ertiga hybrid

Keterjangauan harga produk hybrid ini nantinya turut menjadi pertimbangan Suzuki dalam melakukan pengembangan teknologi elektrifikasi, dalam lini produk kendaraannya. "Harapannya tentu masyarakat tidak melihat produk hybrid sebagai barang mewah. Namun, lebih dapat menyentuh berbagai lapisan konsumen," kata 4W Marketing Director PT SIS, Donny Saputra.

 Ertiga Hybrid

Pelaksanaan perancangan hingga produksi model berteknologi hybrid ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah. Namun, pada dasarnya kesiapan sudah terlihat dari pembaruan teknologi hybrid pada Ertiga nantinya. "Kali ini ada paket baterai Lithium-Ion yang terletak di bawah kursi penumpang baris pertama pada Ertiga tersebut," ujar Donny.

Kejelasan petunjuk teknis produksi kendaraan elektrifikasi dari pemerintah juga memungkinkan Suzuki merancang keterjangkauan harga. Ditambah penghitungan tingkat pemakaian komponen dalam negeri (TKDN) yang rencananya dilakukan bertahap. "Harga jual Ertiga berteknologi hybrid ini diharapkan hanya naik 10 sampai 15 persen lebih tinggi dari model saat ini. Misalkan saat ini harganya 200, masyarakat bisa mempunyai mobil hybrid dengan harga Rp220 juta sampai Rp230 juta," kata Donny.

 Erti

Suzuki secara keseluruhan maupun prinsipal turut mengembangkan komponen kendaraan menyesuaikan tren elektrifikasi kendaraan di masa depan. Salah satunya dilakukan oleh Maruti Suzuki di India dengan menaruh teknologi elektrifikasinya pada model Suzuki Wagon R. Namun, secara prinsip pengembangan ini dapat digunakan untuk model apapun.

Donny menegaskan pengembangan untuk kendaran elektrifikasi penuh (EV) sendiri memerlukan inovasi dalam hal komponen. "Sebelumnya sudah ada pembaruan dalam sasis platform Heartech sehingga bobot mobil lebih ringan dan lebih irit. Ke depannya perlu ada pengembangan lain untuk menunjang pengoptimalan elektrifikasi kendaraan Suzuki," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini