nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langkah Produsen Isuzu Tekan Angka Kecelakaan Akibat ODOL

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 03 87 2112582 langkah-produsen-isuzu-tekan-angka-kecelakaan-akibat-odol-lGl3pQZlL5.jpg Mengungkap permasalahan kecelakaan akibat ODOL (foto: ist)

JAKARTA - Faktor kelebihan dimensi serta daya angkut (ODOL) menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan yang melibatkan kendaraan komersial di Indonesia. Terkini, imbas permasalahan ODOL memicu insiden kecelakaan pada September lalu di jalur Tol Cipularang KM 91 sehingga menyebabkan delapan korban meninggal dunia.

Sejumlah langkah pencegahan maupun penindakan sudah diterapkan oleh berbagai pihak, termasuk produsen kendaraan komersial seperti Isuzu Indonesia. Hal itu terungkap ketika Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Ernando Demily, menghadiri diskusi pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) di Jakarta.

 Diskusi ODOL

Mengambil tajuk Road to Zero-ODOL Trucks On The Roads, Ernando mengungkap langkah Isuzu Indonesia mendukung ekosistem kendaraan komersial untuk bebas dari ODOL. Meski, pengendalian dampak ODOL sendiri memerlukan sinergi dari berbagai pihak, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat berkurang di masa depan.

 kecelakaan truk cipularang

Sebagai produsen kendaraan komersial, Isuzu setidaknya memiliki beberapa kebijakan dalam mengurangi ODOL. Berawal dengan menyediakan produk dengan rancangan sesuai peraturan pemerintah, termasuk untuk memperoleh Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). Partisipasi tersebut diperluas kepada 41 karoseri partner Isuzu dengan menyertakan pengurusan Surat Keterangan Rancang Bangun (SKRB) dalam perakitan kendaraan komersial.

Penanggulangan dampak ODOL juga dilakukan dengan teknologi teknis pada kendaraan disertai kebijakan dari segi layanan purnajual. Penerapannya didukung kemampuan sistem ECU mesin merekam keadaan teknis kendaraan. Data tersebut bisa menjadi bukti jika sewaktu-waktu terjadi insiden kecelakaan akibat ODOL, otomatis klaim garansi kendaraan tersebut tidak berlaku.

 kecelakaan truk cipularang

Pengetatan terhadap kebijakan tersebut menjadi wujud dukungan dari produsen seperti Isuzu Indonesia dalam mendorong terciptanya nir-ODOL di jalan raya. "Kami menyambut baik program pemerintah serta berjalannya regulasi ODOL. Setiap produk Isuzu telah mempertimbangkan regulasi keamanan berkendara di Indonesia," ujar Ernando.

Pengetatan peraturan pemerintah pada akhirnya mengubah pemikiran pengusaha maupun konsumen kendaraan komersial dengan mengalihkan pilihan kendaraan. Seperti lebih cenderung memakai truk bertipe tractor head dibandingkan truk rigid. "Hal tersebut dapat menghemat biaya operasional dengan kapabilitas lebih besar namun lebih irit bahan bakar sehingga bisa jadi solusi dari ODOL," ujar General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini