nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebiasaan Pasang Gembok di Cakram Bisa Berpotensi Rusak ABS

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 16:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 18 53 2118693 kebiasaan-pasang-gembok-di-cakram-bisa-berpotensi-rusak-abs-tuU8Rnv8kT.jpg Kebiasaan memasang kunci gembok pada cakram motor seperti Honda ADV 150 berisiko rusaknya fitur ABS miliknya (Foto: Okezone.com/Medikantyo)

JAKARTA - Salah satu rangkaian komponen teknologi Anti-lock Braking System (ABS) berupa sensor yang terletak dekat piringan rem cakram. Fungsinya mendeteksi deselerasi ekstrem kedua roda, sehingga memunculkan kemungkinan pengendara tergelincir.

Kinerja sensor ini menjadi penting untuk mengaktifkan fitur ABS ketika dibutuhkan. Apabila sensor gagal mendeteksi deselerasi ekstrem roda motor tersebut, fitur ABS gagal bekerja serta berujung pada notifikasi kerusakan pada panel meter motor.

 Honda

Sayangnya salah satu penyebab kegagalan sensor ini bekerja muncul dari kebiasaan pemotor. Yakni ketika mengamankan kendaraannya dengan memasang gembok pada piringan rem cakram, yang berdekatan pada sensor pendeteksi kecepatan teknologi ABS itu.

Terlebih jika pengendara lupa melepas gembok tersebut ketika menggerakkan motornya dari posisi terparkir. "Akibatnya sensor bisa bengkok terkena gembok tersebut yang bergeser karena perputaran ban tersebut," kata Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno.

Bengkoknya komponen plate ring sebagai sensor teknologi ABS tersebut mengganggu fungsi ABS secara keseluruhan. "Usahakaan penempatan gembok saat mengunci berada di sisi terluar piringan cakram rem agar tidak mengenai sensor tersebut," kata Endro.

Semisal kerusakan sensor tersebut sebatas bengkok, maka perbaikannya tergolong mudah bagi teknisi. "Nanti hanya dibetulkan ke posisi semula. Komponen baru akan diganti kalau misalnya patah," ujar Endro saat ditemui awak media di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

 Honda

Gagalnya kinerja teknologi ABS ini tidak berarti komponen rem secara keseluruhan tidak berfungsi. "Tidak berarti motor langsung kehilangan rem atau blong. Komponen rem utamanya masih akan bekerja normal seperti motor non-ABS," ujar Endro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini