Gelaran Custom Collaboration 2019, Buktikan Budaya Kustom Tak Hanya Milik Anak Motor

Medikantyo, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 24 199 2121319 gelaran-custom-collaboration-2019-buktikan-budaya-kustom-tak-hanya-milik-anak-motor-HY55TpB0wS.jpg Apparel pengguna roda dua yang tampil di ajang Custom Collaboration 2019 (Foto: Okezone.com/Medikantyo)

JAKARTA - Kehadiran budaya kustom di Indonesia kerap dikaitkan kepada pengguna roda dua semata. Faktanya, karya hasil budaya ubah suaian berbagai jenama hingga pegiat (artisan) lokal bisa saling berkolaborasi, serta mengangkat nilai produk lokal lebih tinggi di mata masyarakat luas.

Inisiatif kolaborasi tersebut membentuk wadah unjuk kreasi bertajuk Custom Collaboration 2019 yang berlangsung 24-27 Oktober 2019 di Jakarta. Mengambil tempat di atrium utama sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, ajang ini diisi oleh kreator, artisan, serta sederet merk lokal dari berbagai sektor.

 Helm

Penggagas acara sekaligus pemilik Elders Company, Heret Frasthio, menilai pegiat budaya kustom di Indonesia tidak semuanya beredar di lingkup pengguna roda dua. Walaupun, karya rancangan mereka bisa juga diaplikasikan pada beberapa produk sepeda motor baik dari segi pakaian hingga aksesoris lain seperti helm.

Sebagai contoh adalah ketika tim Custom Collaboration melakukan lawatan ke sejumlah kota termasuk Bali dan Makassar untuk mendorong sejumlah artisan berkreasi dengan model sepeda motor Honda Genio. "Dukungan datang dari Astra Honda Motor (AHM) untuk memberi ruang teman-teman daerah berkolaborasi," ujar Heret saat ditemui pada Kamis (24/7/2010).

Hasil dari karya artisan asal daerah tersebut turut ditunjukkan dalam gelaran Custom Collaboration 2019 kali ini. "Saat ini mungkin karya belum memiliki kredit dari artisnya. Namun, mulai besok pengunjung bisa tahu siapa saja artisan yang terlibat kolaborasi unit Honda Genio tersebut," ujar Heret.

Tidak jarang acara budaya kustom seperti Custom Collaboration 2019 berujung pada bertemunya gagasan antar jenama atau artisan. Diharapkan inspirasi yang hadir juga dirasakan oleh pengunjung sehingga turut mendukung perkembangan skena kustom secara luas.

 Honda Genio

Puncak acara Custom Collaboration sendiri akan ditutup dengan kegiatan Sunday Morning Ride (Sunmori) dengan melibatkan sejumlah nama dalam budaya kustom Indonesia seperti Ignatius Bingky, Veroland, Lulut Wahyudi, dan Djoko Iman. "Harapannya kegiatan ini membangun momentum kolaborasi dan tidak terkotak-kotak ke depannya," kata Heret.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini