Deretan Kisah Produsen Otomotif yang Hengkang dari Indonesia

Medikantyo, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 29 52 2123048 deretan-kisah-produsen-otomotif-yang-hengkang-dari-indonesia-NC53gsrJuW.jpg Model sedan Subaru WRX STI yang sempat hadir di Indonesia, produsen asal Jepang tersebut tidak lagi bersaing di pasar otomotif Tanah Air (Foto: Okezone.com/pool)

JAKARTA - Rencana penghentian bisnis yang telah diumumkan General Motors induk dari merek dagang Chevrolet di Indonesia, menambah daftar panjang merek otomotif yang hengkang dari Indonesia.

Ketatnya persaingan diantara merek mobil di pasar otomotif nasional secara langsung membuat beberapa produsen yang tidak memiliki fasilitas pabrik di Indonesia harus menelan pil pahit menghentikan bisnisnya di Indonesia.

 Chevrolet

General Motors Indonesia sendiri memutuskan untuk menutup pabriknya pada 2015 lalu, dengan produksi terakhir berupa Chevrolet Spin. Menariknya tidak semua produsen harus mengakhiri bisnis mereka di Indonesia karena keterbatasan fasilitas produksi. Produsen seperti Subaru justru harus mengakhiri kiprahnya karena masalah regulasi.

Infiniti

Lini kendaraan premium di bawah bendera Nissan, Infiniti, resmi mengakhiri kegiatan penjualannya pada Maret 2018 lalu. Indikasi penghentian penjualan itu muncul ketika diler utama Infiniti di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan tidak lagi memajang kendaraan asal Jepang tersebut.

 Infiniti

Infiniti sendiri memilih untuk mendatangkan unit sedan dan SUV mewah dari fasilitas produksi di Jepang dan China, ketimbang membuat pabrik perakitan di Indonesia. Hal tersebut membuat harga kendaraan tersebut sulit bersaing sehingga gagal menarik minat konsumen.

Ford

Keputusan mengakhiri aktivitas penjualan mobil baru dilakukan Ford pada 2016 lalu. Ketika itu, PT Ford Motor Indonesia (FMI) sebagai agen pemegang merek (ATPM) mengaku kesulitan bersaing di kancah otomotif nasional memaksa mereka harus undur diri. Strategi yang dijalankan pun disebut oleh pihak prinsipal tidak berjalan efektif.

 Ford

RMA Indonesia kemudian mendapat kepercayaan untuk mengurus pelayanan purnajual selepas FMI hengkang dari Indonesia. Termasuk layanan perawatan rutin, penyediaan suku cadang, klaim garansi, serta melatih teknisi di jaringan diler Ford. "Meski ada keinginan konsumen pada Ford di Indonesia, belum ada keputusan resmi produsen akan kembali ke Indonesia," ujar Chris Manley, CEO RMA Group.

Subaru

Permasalahan tunggakan pajak pihak Motor Image sebagai agen pemegang merek Subaru di Indonesia, membuat penjualan kendaraannya berhenti pada 2015 lalu. Pihak Bea Cukai melakukan penyitaan terhadap aset perusahaan tersebut seperti diler di berbagai wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Malang, Batam, Bali, dan Surabaya.

 Subaru

Penyitaan tersebut otomatis menghentikan penjualan serta pelayanan kepada pelanggan secara total. Bea Cukai sendiri sempat melelang ratusan unit mobil Subaru serta suku cadang melalui KPKNL Bekasi untuk menutup kerugian dari tunggakan pajak Subaru tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini