nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalan Raya Kemang Miliki Jalur Dibagi Tiga, Ini Maksudnya

Medikantyo, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 14:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 29 52 2123099 jalan-raya-kemang-miliki-jalur-dibagi-tiga-ini-maksudnya-bYs8tiK2mN.jpeg Suasana penerapan reversible lane di jalur Kemang Raya (Foto: Okezone.com/IG: Gussur)

JAKARTA - Pemandangan berbeda terjadi di ruas jalan kawasan Kemang, Jakarta Selatan sejak awal pekan ini. penataan jalur di kawasan populer tersebut membuat ruas jalan kini terbagi dalam tiga lajur, bukan dua ataupun empat seperti halnya pengaturan pada daerah lain.

Hal ini rupanya mengundang respons dari sejumlah pengendara dan warga yang melontarkan pertanyaan dari maksud pemisahan tiga lajur tersebut. Sejumlah pertanyaan terkait pembagian tiga lajur tersebut banyak disuarakan warga serta pengguna jalan melalui media sosial.

 Kemang

Diperkirakan rekayasa jalur di kawasan Kemang bertujuan untuk penerapan sistem reversible lane atau tidal flow. Pengaturan ini merujuk pada prioritas arus kendaraan dari salah satu arah dalam waktu bergantian. Tujuan dari skema ini adalah mengatur situasi serta menghindari kemacetan pada sebuah titik.

Konfirmasi mengenai penerapan skema reversible lane ini datang dari Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. "Benar, mulai kemarin sudah dilakukan uji pola tidal flow atau reversible lane," ujarnya ketika dihubungi Okezone pada Selasa (29/10/2019).

Penerapan ujicoba tersebut mengatur prioritas arus lalu lintas di kawasan tersebut saat periode tertentu dengan potensi kepadatan lalu lintas tinggi. "Pengaturannya dari pukul 06.00 sampai 15.00 WIB ke arah utara 2 lajur, sedangkan pukul 15.00 sampai 06.00 WIB arah selatan menjadi 2 lajur," kata Syafrin menjelaskan .

Ujicoba jalur dilakukan untuk menjajal pengaruh pemakaian skema reversible lane pada arus lalu lintas kawasan Kemang yang terkenal padat. Terutama pada jam-jam sibuk kegiatan sekolah maupun karyawan kantoran, dengan banyaknya kawasan pemukiman dalam area tersebut.

 Kemang

Syafrin sendiri belum dapat memberi gambaran dampak penerapan ujicoba karena baru saja berlangsung. Namun, Dishub DKI Jakarta siap menampung berbagai kemungkinan dan saran terkait ujicoba. "Sambil kami pelajari juga karakteristik lain dari jalan kawasan ini," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini