nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Mahal Menjadikan Popularitas Kendaraan EV Rendah

Aidha Widyastuti, Jurnalis · Senin 11 November 2019 19:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 11 52 2128518 harga-mahal-menjadikan-popularitas-kendaraan-ev-rendah-t1JD01R94P.jpg Mobil listrik BMW (foto: Ist)

JAKARTA - Kendaraan EV (Electric Vehicle) menjadi kendaraan masa depan yang ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan, kendaraan EV mengandalkan motor listrik sebagai penggerak. Namun sayang, harga yang mahal menjadi salah satu kendala yang cukup berpengaruh besar dalam penjualannya di beberapa negara.

Menurut laporan dari penelitian yang telah dilakukan oleh JATO, menunjukkan bahwa permintaan untuk kendaraan listrik di pasaran sendiri masih sangat rendah. Selain itu, data yang diperoleh dari 43 pasar di seluruh dunia mendapati harga eceran rata-rata mobil listrik 81% lebih tinggi dari mobil lain.

 Mobil Listrik E100

Hal ini menjelaskan alasan mengapa pembeli menghindari untuk membeli kendaraan listrik. Disamping itu, infrastruktur yang buruk, kisaraan baterai dan penawaran yang terbatas menjadi tantangan utama bagi industri EV untuk dapat menarik perhatian massa beralih ke kendaraan listrik ramah lingkungan.

Saat ini kendaraan EV telah dipimpin oleh Cina. Kendaraan listrik disana dijadikan pilar rencana ekonomi Tiongkok untuk tahun yang akan datang. BEV (Battery Electric Vehicle) diproyeksikan, dirancang, dan dikembangkan untuk permintaan lokal.

 Mobil listrik

Selain itu, pemerintah juga ikut berperan untuk mengembangkan kendaraan listrik sehingga mereka dapat menekan pasar dengan BEV yang lebih murah, yakni dengan rata-rata harga berada pada USD26.715 atau sekitar Rp 375 juta. Harga tersebut dinilai 43% lebih rendah dari rata-rata harga pasar.

Posisi kedua diisi oleh Eropa sebagai EV terbesar setelah Cina dengan kesadaran konsumen dan minat pemerintah yang tinggi. Kendaraan ini nantinya akan memainkan peran penting untuk memenuhi target CO2 kompleks yang baru. Jadi bukan tidak mungkin, untuk dapat mematuhi peraturan yang baru tanpa memiliki kendaraan EV.

 Mobil listrik

Meski begitu, mobil listrik disana masih mewakili ceruk pasar dengan pangsa hanya sebesar 1,9% saja. Harga yang mahal menjadi jawaban yang jelas mengapa popularitas EV rendah. Dimana pada paruh tahun 2019 kendaraan EV memiliki harga rata-rata mobil yang mencapai USD34.091 atau sekitar Rp 479 juta.

Hal yang sama datang dari Amerika Serikat dan Kanada. Kedua negara tersebut memiliki harga rata-rata yang sedikit lebih tinggi dari Eropa, yakni USD 35.614 atau sekitar Rp 501 juta per unit. Faktor ketidaksukaan orang Amerika dengan kendaraan listrik adalah ukurannya yang lebih kecil, dimana mereka lebih suka dengan kendaraan pick up atau truk sebagai kendaraan pribadi mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini