Share

Produsen Otomotif yang Telah Hengkang Akan Sulit Dapat Kepercayaan Konsumen di Tanah Air

Medikantyo, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 03:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 52 2128552 produsen-otomotif-yang-telah-hengkang-akan-sulit-dapat-kepercayaan-konsumen-di-tanah-air-gz5GsOijoC.jpg Ilustrasi Industri Otomotif Nasional (Foto: Okezone.com/pool)

JAKARTA - Keputusan produsen otomotif asing untuk hengkang dari pasar otomotif Tanah Air terbilang mengecewakan. Terlebih, dengan penyampaian keputusan secara mendadak seolah tidak mempertimbangkan nasib konsumen maupun pelanggan mereka di masa mendatang.

Walaupun pada akhirnya menunjuk serta menyediakan layanan purnajual melalui diler atau pihak ketiga, langkah penanganan konsumen seperti itu tetap meninggalkan citra negatif. Terlebih bagi konsumen yang kali pertama berpengalaman memiliki mobil.

 Otomotif Indonesia

Cara produsen otomotif asing dalam meninggalkan bisnisnya secara mendadak tidak mengagetkan pengamat otomotif, Bebin Djuana. Baginya, produsen tersebut memiliki tanda melepas usahanya di Tanah Air karena sudah terlihat tidak menguntugkan dari segi penjualan.

Begitu juga masalah operasional teknis pada kantor operasional prinsipal produsen tersebut. "Membangun kepercayaan publik mengenai sebuah merek itu sulit. Terlepas dari masalahnya, langkah seperti itu sama sekali tidak bagus," ujar Bebin menjelaskan.

Dampak jangka panjang terhadap merek tersebut akan lebih terasa akibat keputusan hengkang dari pasar otomotif secara mendadak ini. "Latar belakang dan gaya bisnis perusahaan mempengaruhi dalam keputusan hengkang. Padahal untuk masyarakat Indonesia cara seperti ini terbilang sensitif sulit jika mereka kembali lagi," kata Bebin.

Pengaruh hengkangnya produsen otomotif tersebut bagi pasar lokal memang tidak berdampak secara signifikan. Terlebih jika dilihat dari angka penjualan kendaraan dari deretan produsen yang hengkang tersebut, tidak tergolong menonjol di kelas lini produk buatannya.

 Chevrolet

Kasus hengkangnya produsen dengan alasan penjualan menurun menjadi pelajaran bagi produsen lain dalam menjalankan usaha di Indonesia. "Tidak seharusnya produsen dengan mudah kehilangan semangat untuk menjual produknya. Mungkin ada faktor lain yang lebih hakiki dalam kasus seperti ini," ujar Bebin kepada Okezone Otomotif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini