nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi Dinamika Pasar, Honda Siap Usung Teknologi Hybrid dan Rombak LCGC

Medikantyo, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 52 2128724 hadapi-dinamika-pasar-honda-siap-usung-teknologi-hybrid-dan-rombak-lcgc-5VqfSmrfIH.jpg Mobil listrik Honda (foto: ist)

JAKARTA - Pengenalan mesin berteknologi hybrid untuk Honda Jazz di Jepang, agaknya menjadi inspirasi bagi Honda Prospect Motor (HPM). Pemegang merek tunggal Honda di Tanah Air, untuk membuka kemungkinan mendatangkan teknologi maupun lini produknya secara utuh dalam masa mendatang.

Peluang bagi HPM menjual model kendaraan Jazz dengan mesin berteknologi hybrid masih terkendala regulasi secara umum. "Kita tinggal menanti bagaimana petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah soal percepatan elektrifikasi," ujar Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM, Yusak Billy.

 Mobil listrik Honda

Adapun dengan pengenalan teknologi hybrid tersebut menambah ragam opsi senjata HPM dalam mengembangkan model kendaraannya mulai tahun depan. Terutama, dengan mempertimbangkan minat serta kecenderungan teknologi seperti apa yang jadi solusi terbaik pada model kendaraan keluaran Honda di Indonesia.

 Honda Brio Satya

Dari segi manufaktur, kegiatan perakitan kendaraan berteknologi hybrid dirasa sudah mungkin dilakukan. "Kita masih mempelajari semua, termasuk bagaimana minat kebutuhan dan perkembangan minat masyarakat ke depan, kita ada opsi banyak sekali," ujar Billy kepada Okezone Otomotif.

Bahkan tidak menutup kemungkinan langkah penerapan teknologi mesin hybrid tersebut menyentuh varian kendaraan kecil lain, Honda Brio. Model tersebut, terutama varian LCGC, masih menopang penjualan produsen asal Jepang tersebut dalam pasar otomotif nasional.

 Honda Brio Satya

Wacana tersebut juga tidak dibantah oleh Yussak, yang turut menyiratkan adanya perubahan nasib Brio ke depan. Terlebih, selepas adanya keputusan kenaikan PPnBM untuk mobil kelas LCGC mengalami kenaikan menjadi tiga persen.

Adanya perubahan permintaan pasar pada varian kendaraan tersebut jadi salah satu perhatian HPM. Khususnya saat masyarakat mulai mencari kendaraan tersebut saat harganya belum mengalami kenaikan. "Prediksinya akan seperti itu," ujar Yussak singkat di kawasan Sentul, Jawa Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini