nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Kecelakaan Akibat ODOL Hantui Pengguna Jalan Tol

Medikantyo, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 23:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 52 2131984 dampak-odol-hantui-kecelakaan-di-jalan-tol-n0erNmATPb.jpg Potensi kecelakaan akibat ODOL masih menghantui pengguna ruas jalan tol di Tanah Air (Foto: Okezone.com/pool)

JAKARTA - Dampak dari ketidakpatuhan angkutan truk berupa Over Dimension dan Over Load (ODOL) berpengaruh besar pada tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan tol. Pengaruh secara teknis akibat ODOL yang berujung pada insiden fatal pun beragam seperti underspeed, pecah ban, maupun rem blong.

Fenomena terjadinya underspeed sendiri bermula dari berat beban angkut kendaraan truk, mempengaruhi performa mesin. Akibatnya, kendaraan tidak bisa melaju pada batas kecepatan minimum di ruas jalan tol terutama pada kondisi permukaan jalan dengan kontur menanjak di beberapa titik.

 Lalu lintas

Bahkan angka keterlibatan truk dalam kecelakaan di jalan tol akibat kecepatan yang rendah ini, jadi yang paling dominan berdasarkan data Jasa Marga. "Rata-rata tabrak belakang ini mencapai 33 persen, karena kendaraan berjalan lambat sehingga ada gap kecepatan dengan kendaraan lain," ujar Traffic Management Department Head Jasa Marga, Atika Dara Prahita.

Sebagai pengelola ruas jalan tol di Tanah Air, PT Jasa Marga (Persero) melakukan pencegahan masuknya kendaraan muatan berlebih tersebut. Termasuk penerapan operasi penimbangan berat (Weight in Motion) di sejumlah titik pintu masuk ruas jalan tol di bawah Jasa Marga sebagai pengelola.

Truk pelanggar aturan ODOL yang terdeteksi sistem tersebut bahkan bisa mendapat sanksi dikeluarkan dari jalur bersangkutan, sesuai peraturan yang berlaku. "Saat ini sistem tersebut sudah terpasang di ruas Jagorawi, Cikampek, Semarang, JORR, dan Surabaya-Sidoarjo," kata Atika menambahkan.

Selain menggunakan sistem Weight in Motion sebagai pendeteksi awal truk pelangar ODOL tersebut, kamera pendeteksi kecepatan siap terpasang di 22 titik jalan tol Jasa Marga. "Semua alat sudah kami coba pasang untuk membangun budaya tertib berlalu lintas diterapkan dalam ruas jalan tol," ujar Atika.

 Lalu lintas

Penempatan kamera pendeteksi kecepatan tersebut akan terintegrasi dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). "Setelah masa pemasangan dan ujicoba sendiri, penerapannya akan segera berlangsung untuk ruas jalan tol dalam kota pada waktu dekat," kata Atika menambahkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini