nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sikap Agresif Penyebab Utama Pengemudi Abaikan Jarak Aman

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 17:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 20 52 2132299 sikap-agresif-penyebab-utama-pengemudi-abaikan-jarak-aman-DWfUBEenm5.jpg Ilustrasi jalan tol (foto: Ist)

BEKASI - Karakter berkendara agresif masih ditemui pada pengendara kendaraan roda empat saat melaju di ruas jalan tol. Pendekatan seperti ini berpengaruh pada minimnya kewaspadaan jarak kendaraan yang dikemudikan dengan pengguna ruas jalan lain di jalur tol tersebut.

Gaya berkendara yang agresif ini membuat mobil yang melaju berada dalam jarak cukup dekat, dengan kecepatan cenderung kencang di atas rata-rata. Para pengendara seakan tidak menyadari bahwa diperlukan jarak ideal untuk melakukan pengereman mendadak dalam situasi darurat di jalan tol tersebut.

 Jalan tol

Dalam menentukan jarak aman dengan kendaraan lain, termasuk memberi ruang pengereman mendadak dalam situasi darurat, pengemudi bisa mengambil patokan mudah. "Bisa gunakan objek yang dilewati kendaraan di depan seperti pohon misalnya, sebagai patokan," ujar Instruktur Senior Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Deki Hartanto.

Kecelakaan jalan tol 

Patokan tersebut dapat digunakan untuk kemudian menentukan jarak dengan prinsip tiga detik, sehingga mendapat jarak pengereman secara ideal. "Saat menuju objek yang sama, sebagai kendaraan di belakangnya, kita bisa menghitung selama tiga detik. Kalau sudah mencapai hitungannya maka jarak sudah terpenuhi," ujar Deki.

Hitungan seperti itu memberi kemudahan kepada pengemudi, untuk dapat merespons penyesuaian jarak dan kecepatan dengan kendaraan lain di depan. Pengaturan jarak antar kendaraan ini, juga dapat memberi ruang pengemudi untuk bermanuver menghindar apabila pengereman dirasa tidak memungkinkan.

 Kemacetan jalan raya

Tips memperkirakan jarak antar kendaraan dengan hitungan detik tersebut bisa dilakukan oleh pengemudi mobil semua ukuran. "Gejala menyepelekan jarak ini sebenarnya dimiliki oleh semua pengendara di jalan tol. Kebanyakan merasa bisa melakukan pengereman saat kendaraan di depannya berhenti," kata Deki.

 tol jagorawi

Sikap percaya diri secara berlebihan tersebut, dianggap Deki sebagai awal pendekatan agresif yang bisa memicu insiden fatal. "Padahal pengemudi manapun termasuk pembalap sekalipun kalau sudah tidak terpenuhi jarak pengereman tidak akan bisa menghindar dari benturan," ujarnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini