Menanti Janji Pengembangan Sarana Kendaraan Listrik Tanah Air

Medikantyo, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 52 2137861 menanti-janji-pengembangan-sarana-kendaraan-listrik-tanah-air-FCUIramof2.jpg Contoh titik pengisian daya ulang kendaraan listrik dari PLN (Foto: Okezone.com/Taufik Fajar)

JAKARTA - Pengaruh ketersediaan infrastruktur secara merata menjadi pendorong penting berjalannya era kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Ketersediaan fasilitas pendukung itu jadi salah satu alasan pihak produsen urung melakukan pengenalan kendaraan elektrifikasi penuhnya ke Tanah Air.

Alasan tersebut diungkapkan secara langsung oleh petinggi Volkswagen AG saat menerima kunjungan Menko Maritim dan Investasi, Luhut B. Panjaitan di Jerman beberapa waktu lalu. Volkswagen menilai kesiapan fasilitas elektrifikasi belum mencukupi kebutuhan skala produksi dan penjualan mobil listrik VW di Indonesia.

 Mobil Listrik

Menanggapi pernyataan tersebut, Luhut menyampaikan kesiapan pengembangan infrastruktur elektrifikasi kendaraan di Tanah Air. Termasuk, penyediaan 160 titik pengisian daya ulang kendaraan listrik pada 2020 oleh PLN. "Saat ini kami terus mengembangkan infrastruktur pendukung bagi kendaraan bermotor berbasis baterai," ujarnya seperti dimuat laman resmi Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Rencana penyediaan stasiun pengisian daya ulang (SPKLU) oleh PLN tersebut akan menyentuh sejumlah wilayah seperti Jakarta, Tangerang, Bali, dan Bandung. Sebelumnya, lembaga lain seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga telah membuat titik pengisian daya ulang baterai mobil listrik.

Pemerataan sarana pendukung ekosistem kendaraan elektrifikasi penuh juga menjadi sorotan sejumlah produsen di Tanah Air. Diluar ketentuan regulasi yang belum menyentuh ranah Petunjuk Teknis (Juknis), tiap produsen menunggu lampu hijau kebijakan pengembangan serta penggunaan fasilitas pendukung sarana elektrifikasi kendaraan.

Kejelasan mengenai standar teknis penyediaan sarana kendaraan elektrifikasi dapat meyakinkan produsen untuk mulai menghitung pemasaran produknya. "Tentunya ketika pemerintah sudah mengatakan kesiapan membangun fasilitas tersebut, maka kami juga akan siap menjalankannya," ujar Sales & Marketing Director PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia), Alex Pan.

 Mitsubishi

Produsen lain seperti Mitsubishi, memilih melakukan investasi penyediaan infrastruktur secara mandiri dengan membuat SPKLU khusus kendaraannya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. "Fasilitas ini menambah titik pengisian daya ulang yang sudah tersedia di diler dan kantor kami. Kehadiran infrastruktur menjadi faktor mendorong berlangsungnya ekosistem mobil listrik," kata Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Naoya Nakamura.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini