nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsumen China Lebih Melek Mobil Modern Dibanding Eropa & Amerika

Reven Rumenige, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 18:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 11 52 2140759 konsumen-china-lebih-melek-mobil-modern-dibanding-eropa-amerika-ChoCV3UkwM.jpg Mobil elektrifikasi (foto: ist)

NEW YORK - Seiring berkembangnya teknologi Electronic Vehicle yang terbilang pesat, hampir 90% masyarakat di Cina lebih terbuka terhadap teknologi self-driving ketimbang di Amerika Serikat. Survei yang dilakukan oleh OC&C Strategy ini muncul ketika industri otomotif global mengalami perubahan drastis dengan penurunan penjualan, tekanan untuk memenuhi target emisi yang ambisius dan tantangan dalam mengerahkan mobil yang sepenuhnya mengemudi sendiri.

Dalam survei yang dilakukan oleh OC&C Strategy Consultants menyurvei 2.000 responden yang dilakukan pada bulan Maret-April 2019 melalui jajak pendapat online.

Mobil listrik

Dilansir dari situs carscoops.com, Suvei ini menunjukkan bahwasannya 90 persen responden Cina akan mempertimbangkan, kemungkinan besar akan membeli, atau pasti akan membeli mobil listrik. Sementara di Jerman, Prancis, dan Inggris 64 persen dan 77 persen responden mengatakan hal yang sama, sementara di Amerika Serikat, sekitar setengahnya mengatakan bahwa mobil listrik akan menjadi pembelian mobil berikutnya.

 Mobil listrik

Sementara itu, lebih dari 90% konsumen di Cina menerima opsi yang dikendalikan sepenuhnya. Berbeda dengan Cina, mayoritas responden di Eropa dan Amerika Serikat lebih memilih untuk mempertahankan kendali yang masih dipegang oleh si pengendara.

Orang-orang di Eropa dan AS mengatakan bahwa mengemudikan kendaraan merupakan simbol status penting. Serta mengemudikan mobil sendiri dinilai lebih nyaman dan dapat diandalkan daripada menggunakan fitur yang sepenuhnya dikendalikan oleh komputer.

 Mobil otonom

Terkait fitur teknologi mengemudi otonom, kurang lebih sepertiga dari konsumen di negara bagian barat tidak percaya pada fitur di mobil self-driving, sedangkan di Cina hanya didapati 4% yang tidak percaya akan teknologi anyar ini.

Ketidakpercayaan konsumen akan adanya fitur ini bukanlah hal yang pertama kalinya. Dalam survei yang dilakukan oleh American Automobile Association di awal tahun 2019 menyatakan bahwasannya sebanyak 71% para konsumen takut untuk mengendarai kendaraan otonom ini. Survei ini menandakan bahwa mayoritas dari para konsumen tersebut belum siap akan hadirnya fitur tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini