Tahun Depan, VW Gempur Pasar dengan 34 Model Baru

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 20 52 2144296 tahun-depan-vw-gempur-pasar-meluncurkan-34-model-baru-369MlV5HZ0.jpg Volkswagen bersiap menggebrak pasar dengan 34 model baru tahun depan (Foto: Okezone.com/Istimewa)

BERLIN - Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen siapkan rencana dengan matang menyongsong periode penjualan tahun depan. Termasuk dengan mengatur rencana perluncuran produk secara global yang mencapai 32 model selama 2020 mendatang.

Model kendaraan yang akan diperkenalkan oleh Volkswagen AG secara global tersebut sudah termasuk dua model mobil listrik penuh dari lini Volkswagen ID. Begitu juga dengan enam model kendaraan dengan rangkaian teknologi elektrifikasi seperti hybrid.

 Volkswagen

Volkswagen tidak secara spesifik menyebutkan varian apa saja yang diperkenalkan. Seperti dilansir dari laman Autocar, jumlah model kendaraan yang akan diluncurkan oleh Volkswagen ini sudah termasuk 12 varian SUV terbaru.

Kategori kendaraan tersebut memiliki kontribusi pada kesuksesan produsen yang bermarkas di Wolfsburg, Jerman itu belakangan ini. "Kesuksesan strategi ofensif dalam pengenalan produk SUV menjadi salah satu kunci kesuksesan memenangkan pangsa pasar global," ujar CEO Volkswagen, Ralf Brandstatter.

Model kendaraan elektrifikasi penuh dari lini varian ID yang pertama diluncurkan adalah Voilkswagen ID 3 pada musim panas tahun depan. Produsen tersebut mengungkap langkah itu akan dilanjutkan dengan peluncuran model ID Crozz, yang akan dipasarkan di Eropa, Tiongkok, dan Amerika Utara.

Sementara dari enam model kendaraan elektrifikasi dengan penambahan rangkaian teknologi hybrid, sudah termasuk model Volkswagen new Golf GTE. Peluncuran model elektrifikasi anyar ini menjadi bagian perwujudan dari investasi sebesar 9,3 miliar Euro untuk mengembangkan lini kendaraan listrik.

 Volkswagen

Fokus pada pengembangan kendaraan elektrifikasi sendiri menjadi cara Volkswagen menuntaskan masalah serta mengikuti regulasi target pengurangan emisi Uni Eropa. "Kami tidak mengantisipasi masalah, melainkan menyiapkan solusi jangka panjang," ujar Brandstatter. (MUF)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini