Melakukan Perjalanan Akhir Tahun, Amankah Bongkar Jok Tengah Ganti Kasur?

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2019 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 27 52 2146647 melakukan-perjalanan-akhir-tahun-amankah-bongkar-jok-tengah-ganti-kasur-qwFrT6Riin.jpg Pemasangan kasur pada kabin mobil disebut meningkatkan kenyamanan selama perjalanan liburan yang berpotensi macet (Foto: Okezone.com/Putra Ramadhani)

JAKARTA - Menjelang liburan banyak pemilik mobil berkeinginan memberi kenyamanan kepada buah hatinya, dengan membongkar kursi penumpang mobilnya. Biasanya pemilik kendaraan mengganti baris kursi penumpang tersebut dengan matras atau kasur, yang dinilai Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu, berbahaya.

Potensi bahaya yang dimaksud oleh Jusri adalah pengubahan konfigurasi kabin yang tidak disarankan itu, turut menghilangkan perangkat keselamatan yang sudah disesuaikan. Seperti perangkat sabuk keselamatan (safety belt) yang berada di beberapa titik kursi juga ikut terlepas dari posisinya.

 Jok Tengah

Pemindahan baris kursi memang menjadikan ruang kabin lebih lega, sehingga membuat penumpang dapat duduk lebih santai bahkan sampai tertidur. "Tetapi tidak ada jaminan perlindungan kepada penumpang karena komponen keselamatannya jadi ikut berkurang," ujar Jusri kepada Okezone.

Tren melakukan modifikasi pada ruang dalam kabin kendaraan itu, menurut Jusri mengurangi aspek keamanan dan keselamatan dalam perjalanan liburan. "Bentuk kendaraan seharusnya dijaga agar tidak menimbulkan potensi bahaya kepada penumpang maupun pengemudi," kata Jusri menambahkan.

Pengamat keselamatan berkendara itu juga menyoroti adanya penggunaan angkutan barang untuk mengangkut rombongan penumpang. Hal tersebut dirasa melenceng jauh dari fungsi utama sebuah kendaraan komersial. "Mengubah konfigurasi mobil penumpang saja sudah ada risiko apalagi memanfaatkan kendaraan barang untuk penumpang," ucap Jusri.

Insiden kecelakaan yang melibatkan kendaraan berupa pikap berpenumpang tidak jarang berakhir fatal. Dalam beberapa kasus, penumpang terlempar dari posisi duduknya ketika kendaraan mengalami insiden tabrakan atau keluar dari jalur seharusnya.

 Jok Belakang

Jusri memahami keinginan untuk merasa nyaman dalam perjalanan jarak jauh, namun potensi bahaya tersebut juga bisa berpengaruh pada pengguna jalan lain. "Selain memastikan kondisi kendaraan maupun fisik, kita harus memastikan kondisi jalan serta arus lalu tidak menimbulkan ancaman selama berkendara," katanya saat dihubungi Okezone.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini