nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ke Depan, Indonesia Berperan Besar dalam Industri Kendaraan Listrik

Medikantyo, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 10:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 20 52 2155333 ke-depan-indonesia-berperan-besar-dalam-industri-kendaraan-listrik-83myjQm3xo.jpg Nikel, salah satu komponen penting pembuatan baterai. Foto : Istimewa

Industri kendaraan listrik diprediksi akan tumbuh cepat pada tahun-tahun yang akan datang. Dalam situasi ini, Indonesia dapat memainkan peran strategis karena memiliki bahan baku primer untuk baterai kendaraan listrik, khususnya nikel, kobalt, alumunium, tembaga dan mangan, serta pasar domestik mobil dan kendaraan bermotor yang cukup besar.

Demikian disampaikan Prof. Dr.mont. M. Zaki Mubarok, S.T., M.T., saat pidato ilmiah dalam Sidang Terbuka Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Program Doktor, Magister, dan Program Profesi Semester II Tahun 2019/2020 di Gedung Sabuga ITB, seperti dikutip dari laman resmi Institut Teknologi Bandung, Senin (20/01/2020).

Prof. Zaki mengangkat pidato ilmiah dengan topik “Penyediaan Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik di dalam Negeri Melalui Proses Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel Laterit”.

Menurut data Mineral Commodity Summaries 2019 dari United State of Geological Survei (USGS) tahun 2019, kata Zaki, Indonesia mempunyai cadangan nikel terbesar di dunia yaitu sebesar 21 juta ton nikel ekivalen pada 2018 dan tingkat produksi tambang pada tahun tersebut sebesar 560.000 ton nikel ekivalen.

“Cadangan nikel di Indonesia adalah dalam bentuk deposit nikel laterit yang merupakan produk laterisasi atau pelapukan batuan ultramafik (batuan yang mengandung magnesium dan besi),” ujarnya.

Zaki menyebutkan, baterai merupakan komponen kunci untuk kendaraan listrik dan berkontribusi sekitar 35-40% dari harga mobil listrik pada saat ini. Komponen biaya terbesar untuk pembuatan baterai mobil listrik adalah biaya materialnya yang mencapai kurang lebih 60% dari total biaya pembuatan baterai.

“Mobil listrik menggunakan baterai lithium ion dengan lithium nikel, kobalt, mangan dan alumunium digunakan sebagai bahan baku material katoda serta grafit sebagai material anodanya. Material katoda memberikan kontribusi paling tinggi terhadap harga sel baterai lithium yaitu sekitar +-34%,” jelasnya.

Di Indonesia telah ditandatangani Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan. Menurutnya, Indonesia dapat memainkan peran strategis pada industri kendaraan listrik karena ketersediaan bahan baku dan juga pasar domestik untuk mobil dan sepeda motor.

“Sebagian besar material yang dibutuhkan untuk pembuatan baterai mobil listrik tersedia di dalam negeri, kecuali lithium yang proses ekspolarinya masih terus ditingkatkan,” kata guru besar Bidang Metalurgi Ekstraksi.

“Sebagian besar material yang dibutuhkan untuk pembuatan baterai mobil listrik tersedia di dalam negeri, kecuali lithium yang proses ekspolarinya masih terus ditingkatkan,” kata guru besar Bidang Metalurgi Ekstraksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini