nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pecah Kongsi dengan Renault, Nissan Dikabarkan Merapat ke Honda

Nizar, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 20 52 2155433 pecah-kongsi-dengan-renault-nissan-dikabarkan-merapat-ke-honda-HcYOqDoS7u.jpg Nissan pecah kongsi dengan Renault (foto: ist)

 JEPANG - Aliansi antara Nissan dan Renault dikabarkan tengah mengalami keretakan yang berpengaruh terhadap kerjasama yang telah dilakukannya selama ini. Terkait kondisi tersebut, muncul prediksi dari para analis yang mengungkap Nissan berpeluang mencari kerjasama lain sesama produsen asal Jepang. 

Uniknya kekuatan kerjasama yang akan dibangun oleh Nissan yakni membidik produsen yang cukup besar dan mampu menggoyahkan produsen otomotif terbesar di Jepang yakni Toyota. Digadang Nissan akan menjalin kerjasama dengan Honda.

Nissan Aliansi

Dilansir dari situs Carscoops.com, menurut analis LightStream Research, Mio Kato, perpecahan antara Nissan dan Renault dinilai dapat mendorong produsen mobil Jepang untuk mencari kemitraan baru yang memungkinkannya menyaingi Toyota. Serta terkait akan hal tersebut, kejadian ini tentunya bisa terjadi jika Nissan akan bergabung dengan Honda.

 Aliansi Nissan

"Honda tidak pernah terlibat dalam M&A yang agresif dan merger antara Honda dan Nissan tidak terpikirkan. Tapi, dengan meningkatnya daya saing Toyota kita merasa Nissan menginginkan mitra aliansi untuk menggantikan Renault, Honda mungkin tidak sepenuhnya menentang gagasan itu," ujar Mio Kato yang dilansir dari situs Carscoops.com.

Sementara itu, belum ada tanggapan dari pihak Honda maupun Nissan terkait aliansi dua perusahaan tersebut. Nissan justru membantah pihaknya akan mengakhiri kerja sama dengan pihak Renault menyusul pelarian mantan pentolan Nissan Carlos Ghosn dari Jepang.

 Pabrik Honda

Mio Kato percaya bahwasannya ketika produsen mobil ingin membangun kemitraan yang kuat di tahun-tahun mendatang, industri mobil Jepang dapat dipecah menjadi dua kelompok raksasa. Salah satunya adalah Toyota yang telah memiliki saham di Mazda, Suzuki, dan Subaru. Jika Nissan menolak Renault demi Honda, penjualan tahunan tersebut itu bisa naik yang tadinya hanya di bawah 11 juta unit per tahun menjadi sekitar 12 juta unit per tahun.

“Nissan memang memiliki kemungkinan untuk melunak di depan calon mitra, sementara itu Toyota yang ambisius terus bergerak maju dapat memicu perubahan drastis bagi perusahaan,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini