nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Carlos Ghosn Sebut Nissan Akan Bangkrut Pada 2022

Nizar, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 11:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 52 2157638 carlos-ghosn-sebut-nissan-akan-bangkrut-pada-2022-VlZWvs3jEk.jpg Nissan diprediksi mantan bosnya akan alami kebangkrutan (foto: Ist)

TOKYO - Setelah aksi kaburnya ke Lebanon yang terbilang nekat, kini mantan pentolan Nissan, Carlos Ghosn, kembali menghebohkan publik. Pasalnya, ia melontarkan komentar kontroversi yang menyatakan Nissan akan mengalami kebangkrutan pada tahun 2022 mendatang.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Tokyo, seorang mantan jaksa dan kritikus vokal sistem peradilan negara, Nobuo Gohara, memberikan informasi menarik tentang pembicaraannya dengan Ghosn.

 Diler Nissan

"Dia mengatakan kepada saya bahwa Nissan mungkin akan bangkrut dalam dua hingga tiga tahun mendatang," ucap Gohara seperti dilansir dari the Drive Jumat (24/1/2020). Selain itu, Gohara juga menambahkan bahwasannya Ghosn tidak menjelaskan secara terperinci mengapa Nissan akan menghadapi masalah keuangan dan akan mengalami kebangkrutan.

 Pabrik Nissan

Sementara itu juru bicara Nissan, Azusa Momose, enggan mengomentari tanggapan Carlos Ghosn yang kontroversial tersebut. Akan tetapi faktanya, penjualan Nissan memang dikabarkan sedang anjlok. Nissan disebut juga bakal memangkas perkiraan laba dan penjualan untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2020 nanti. Diberitakan sebelumnya, Nissan mengatakan akan mem-PHK 12.500 pekerja secara global.

Nissan saat ini secara aktif mencari untuk memperbaiki masalah di sekitar keuangan dan reputasinya. Baru-baru ini, pembuat mobil bertemu dengan sejumlah dealer untuk membahas masa depannya. Jika Nissan mulai memperbarui jajaran produknya dengan cepat atau mengambil sejumlah proyek bernilai tinggi tanpa persetujuan konsumen, prediksi Ghosn terkait akan bangkrutnya Nissan tidak akan terjadi

 Nissan

Sebelumnya, Carlos Ghosn telah berbicara pada awal bulan ini dalam pelariannya dari Jepang ke Beirut, Lebanon. Ia mengatakan bahwasannya langkah ini dilakukan kerena Jepang tidak lagi berpikir ia akan memiliki pengadilan yang adil dan cepat.

Dalam dakwaan yang terakhir, jaksa penuntut Jepang menuduhnya mengalihkan kerugian perdagangan pribadi kepada Nissan dan menggunakan dana perusahaan untuk keuntungannya sendiri dan keluarganya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini