nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Tips Aman Melewati Perlintasan Kereta Api

Medikantyo, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 11:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 87 2157617 7-tips-aman-melewati-perlintasan-kereta-api-9Z6wDbgKhA.png Ilustasi rel kereta api. Foto : Pixabay

Sudah sering terjadi kecelakaan di pintu perlintasan Kereta Api. Karena itu agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari, berikut tujuh kiat dari Humas Polres Bantul ketika melintasi perlintasan rel kereta api :

1. Matikan Musik

Ketika melewati perlintasan kereta api usahakan selalu mematikan musik baik di dalam kendaraan roda empat atau saat mengendarai kendaraan roda dua. Karena suara musik terutama yang terlalu keras dapat membuat suara peringatan perlintasan rel kereta api tidak terdengar. Khususnya mereka yang menggunakan earphone ketika menggunakan kendaraan roda

2. Perhatikan Lampu Rambu Perlintasan Kereta Api

Sama seperti suara, perlintasan kereta api juga memiliki sistem pemberitahuan menggunakan dua buah lampu berwarna kuning yang menyala bergantian ketika kereta akan melintas. Jangan remehkan tanda ini, karena jika alarm suara tanda kereta api tidak berfungsi, lampu ini berfungsi untuk menggantikannya.

3. Jangan Terobos Palang

Ketika palang perlintasan kereta api sudah tertutup, jangan pernah menerobos meskipun kereta terlihat masih jauh atau masih terlihat berhenti di stasiun. Karena banyak kemungkinan yang dapat terjadi seperti kereta muncul dari arah berlawanan yang tidak sesuai dengan dugaan awal atau kereta datang lebih cepat dari yang kita bayangkan.

Lebih berbahaya lagi jika kebiasaan menerobos palang ini sudah menjadi budaya sehingga kita cenderung menyepelekan risiko yang dapat terjadi akibat perilaku yang sudah menjadi kebiasaan. Ingat, kita tidak hanya bertanggung jawab atas diri kita sendiri, tetapi juga orang lain baik yang ada di dalam kereta maupun yang duduk bersama kita di kendaraan.

4 Jangan Asal Maju Ketika Macet

Ketika terjadi kemacetan di pintu perlintasan kereta, tentu kita akan sangat kesal dan cenderung ingin maju jika ada celah sedikit. Namun perhatikan ruang jalan di depan Anda. Jika yakin setelah perlintasan kereta terdapat ruang untuk kendaraan kita untuk mengantri di kemacetan, barulah majukan mobil.

Namun jika masih padat, jangan sekali-kali mengambil risiko dengan maju ke tengah perlintasan rel kereta api dan berhenti di tengahnya. Ini sangat fatal dan berbahaya mengingat kita tidak tahu seberapa lama kemacetan akan menahan kita berada di tengah perlintasan rel kereta api.

5. Perhatikan Samping Perlintasan Kereta Api

Meskipun tidak ada tanda bahaya, tetap lihat samping kanan-kiri rel kereta api. Jika perlintasan kereta api yang Anda lewati ternyata bukan jalur resmi dan tidak dilengkapi dengan rambu-rambu, pastikan melihat samping kanan dan kiri lebih detail dan ketika melintas upayakan pacu kendaraan sedikit lebih cepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

6. Hindari Kesempatan Aji Mumpung

Suara peringatan perlintasan kereta api sudah berbunyi, tetapi palang pintu masih belum tertutup dan Anda merasa ini kesempatan untuk tancap gas. Hindari kebiasaan ini terutama buat mereka yang tidak sabar.

Banyak sekali faktor yang tidak diduga ketika kesempatan aji mumpung ini kita ambil. Contohnya seperti terjebak palang pintu ketika berada di tengah lintasan, jatuh dari motor karena ngebut, atau atap mobil terbentur pintu palang kereta api yang sedang menutup.

7. Jangan Ikuti Kata Polisi Cepek / Pak Ogah

Terkadang di perlintasan kereta api seringkali kita menemukan Polisi Cepek atau Pak Ogah yang ikut mengatur lalu lintas. Namun kita jangan menyerahkan sepenuhnya nyawa kita di tangah mereka. Tetap waspada dan perhatikan lingkungan sekitar. Apalagi ketika macet, jangan pernah memaksa untuk maju mengantri di tengah rel kereta karena disuruh maju oleh mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini